Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Drone DART Bisa Mendarat di Kendaraan Bergerak Cepat hingga 110 km/jam

Teknologi
Robotika
robotics (5mo ago) robotics (5mo ago)
06 Okt 2025
73 dibaca
2 menit
Drone DART Bisa Mendarat di Kendaraan Bergerak Cepat hingga 110 km/jam

Rangkuman 15 Detik

DART mampu mendarat pada kendaraan bergerak dengan kecepatan tinggi, membuka kemungkinan baru untuk operasi drone.
Inovasi dalam desain pendaratan memungkinkan drone untuk beroperasi dengan lebih efisien dan aman.
Kemampuan mendarat pada kendaraan bergerak dapat merevolusi industri logistik dan militer.
Para peneliti dari Université de Sherbrooke, Kanada, telah mengembangkan drone quadcopter bernama DART yang mampu mendarat dengan aman di kendaraan yang bergerak dengan kecepatan tinggi hingga 110 km/jam. Teknologi ini membuka peluang baru untuk operasi drone dalam situasi dinamis yang sebelumnya sulit dilakukan. Masalah utama dalam mendaratkan drone di kendaraan yang bergerak cepat adalah risiko drone membentur atau terpental akibat gaya udara dan posisi drone yang harus dimiringkan. DART mengatasi ini dengan kombinasi shock absorber berbasis gesekan dan kontrol thrust terbalik, yang membantu meredam benturan dan menjaga drone tetap menempel. Proses pendaratan dimulai dengan tracking kendaraan dari atas dan menyelam cepat secara vertikal untuk menjaga stabilitas. Sebelum menyentuh permukaan, drone membetulkan posisi pitch agar kaki pendaratan menyentuh permukaan secara merata sehingga energi benturan bisa diserap dengan baik. Keberhasilan 38 kali pendaratan berturut-turut dalam pengujian menunjukkan teknologi ini sangat handal dan memungkinkan drone untuk beroperasi lebih fleksibel. Aplikasi potensial termasuk militer, pengiriman barang di jalan yang bergerak, dan operasi pencarian serta penyelamatan di medan sulit. Karena teknologi ini ringan dan mudah diintegrasikan ke drone yang sudah ada, potensi komersialisasi pun terbuka lebar. Penemuan ini dipublikasikan dalam Journal of Field Robotics dan dapat mendorong era baru kolaborasi antara drone dan kendaraan darat.

Analisis Ahli

Isaac Tunney
Pendekatan gabungan menggunakan shock absorber berbasis gesekan dan thrust terbalik memperluas area pendaratan bagi drone secara signifikan, memungkinkan pendaratan aman meski terjadi gangguan udara dan pergerakan kendaraan yang tidak terduga.
John Bass
Inovasi ini tidak hanya mengatasi masalah teknis tetapi juga mengubah cara drone dapat dioperasikan secara praktis dalam lingkungan dinamis dan bergerak cepat.