Drone Sayap Berkedip Tokyo: Mendarat Lembut di Tangan dengan Gestur
Teknologi
Robotika
04 Agt 2025
266 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Drone sayap bergetar dirancang untuk interaksi yang aman dan nyaman dengan manusia.
Perencanaan penerbangan drone mempertimbangkan faktor keselamatan fisik dan psikologis.
Teknologi ini memiliki potensi untuk aplikasi baru dalam pengiriman dan aksesibilitas.
Para peneliti dari University of Tokyo’s DRAGON Lab mengembangkan sebuah drone dengan sayap yang berkedip lembut seperti gerakan burung, yang dapat mendarat langsung di tangan manusia dengan aman. Drone ini menggunakan desain sayap fleksibel yang membuatnya lebih tenang dan aman dibandingkan drone baling-baling tradisional.
Drone ini dirancang untuk berinteraksi dekat dengan manusia, terinspirasi dari teknik falconry, dengan menjaga jarak aman, ketinggian yang nyaman, serta kecepatan yang disesuaikan agar pengguna merasa nyaman dan tidak takut saat drone mendekat.
Pengendalian drone dilakukan dengan dua gerakan tangan sederhana: menekuk lengan untuk membuat drone tetap hover di dekat tubuh, dan meluruskan lengan untuk memerintahkan drone mendekat dan mendarat di tangan. Sistem ini menggunakan delapan kamera untuk melacak posisi manusia dan drone secara real-time.
Pendekatan drone dibagi menjadi zona jarak yang berbeda, di mana kecepatan dan lintasan drone diatur agar terasa alami dan aman untuk pengguna. Jika pengguna secara tidak sengaja menempatkan tangan dekat dengan dada, drone akan berhenti sementara sebagai langkah keselamatan.
Hasil percobaan menunjukkan drone dapat mempertahankan jalurnya dengan akurat dan mendarat dengan sangat lembut. Teknologi ini menjanjikan aplikasi baru seperti pengantaran paket di area kota yang padat serta membantu mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Analisis Ahli
Prof. Kenjiro Takahashi
Inovasi ini membuka jalan bagi pengembangan drone yang lebih ramah pengguna dan aman, terutama untuk interaksi jarak dekat dengan manusia.Dr. Yuki Matsumoto
Perencanaan gerak yang memperhatikan psikologi manusia sangat krusial agar teknologi ini dapat diterima dan digunakan secara luas di masyarakat.


