China Sukses Lakukan Penyelaman Berawak Pertama di Arktik dengan Teknologi Canggih
Sains
Iklim dan Lingkungan
05 Okt 2025
127 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
China berhasil mencapai penyelaman dalam di bawah es Arktik dengan operasi submersible berawak dan tidak berawak.
Ekspedisi ini merupakan yang terbesar yang dilakukan oleh China di Arktik dan melibatkan beberapa kapal penelitian.
Data yang dikumpulkan akan berkontribusi pada pemahaman tentang biodiversitas dan kondisi lingkungan di wilayah Arktik.
China baru saja menyelesaikan ekspedisi ilmiah terbesar mereka di Samudra Arktik yang juga menandai sejarah dengan melakukan penyelaman manusia pertama di bawah lapisan es Kutub Utara. Ekspedisi ini melibatkan koordinasi unik antara submersible berawak dan tanpa awak untuk mengeksplorasi wilayah laut dalam yang belum banyak diteliti.
Dalam ekspedisi tersebut, para peneliti menggunakan berbagai kapal penelitian canggih, termasuk kapal pemecah es domestik pertama China bernama Xue Long 2. Bersama kapal lain seperti Jidi, Tansuo 3, Shenhai 1 serta submersible Jiaolong, mereka berhasil menjelajahi dan mengumpulkan data penting dari perairan Arktik utara Alaska.
Data yang berhasil dikumpulkan meliputi ratusan sampel dari laut dalam yang kaya akan keanekaragaman hayati, kondisi hidrologi laut, kondisi es di permukaan, dan juga kimia air laut. Peneliti juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisa berbagai parameter yang dikumpulkan selama ekspedisi ini.
Keberhasilan operasi ini menjadi perhatian global, terutama dari Amerika Serikat yang merasa khawatir dengan meningkatnya kehadiran China di kawasan Arktik yang memiliki potensi sumber daya melimpah dan penting secara geopolitik. China semakin menunjukkan ambisinya untuk berperan besar di wilayah kutub yang strategis ini.
Ekspedisi ini selain menambah wawasan ilmiah tentang Samudra Arktik juga menggarisbawahi persaingan internasional di wilayah kutub, yang mungkin akan semakin meningkat di masa depan. China diprediksi akan terus memperkuat ekspedisi dan kegiatan ilmiahnya untuk memanfaatkan peluang yang ada sekaligus membangun pengaruh globalnya.
Analisis Ahli
James Kraska (Ahli Hukum Maritim Internasional)
Langkah China ini mencerminkan upaya strategis untuk memperkuat klaim dan pengaruhnya di kawasan Arktik yang semakin penting secara global, yang akan memicu perdebatan hukum internasional terkait hak navigasi dan pemanfaatan sumber daya.Sherri Goodman (Expert Kebijakan Lingkungan dan Keamanan Arktik)
Penggunaan teknologi tinggi seperti AI dalam ekspedisi Arktik ini menunjukkan kombinasi antara ilmiah dan geopolitik yang membawa peluang besar dan sekaligus tantangan, terutama dalam hal perlindungan lingkungan di wilayah sensitif.

