AI summary
China merupakan pesaing utama dalam penelitian dan pengembangan AI di dunia. Model open-source dari perusahaan seperti Alibaba menunjukkan kekuatan inovasi teknologi di China. Geografi inovasi global sedang mengalami pergeseran, dengan China sebagai kekuatan yang semakin dominan. Pada tahun 2022, tercatat bahwa hampir setengah dari para peneliti AI terbaik dunia berasal dari China, meskipun hanya sebagian kecil dari mereka bekerja di dalam negeri. Hal ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki China dalam bidang kecerdasan buatan. Anggapan bahwa China hanya mahir mengadopsi teknologi secara besar-besaran ternyata kurang tepat, menurut buku terbaru yang menyoroti pergeseran peta inovasi teknologi global.Buku The New Geography of Innovation yang ditulis oleh Mehran Gul mengungkapkan bagaimana pusat inovasi teknologi mulai bergeser ke negara-negara seperti China, Inggris, Singapura, dan Kanada. Di antara negara-negara baru ini, China menonjol sebagai satu-satunya pesaing serius bagi Amerika Serikat dalam pengembangan AI yang maju dan komprehensif.Beberapa contoh kemajuan signifikan China dalam AI didukung oleh perusahaan dan riset seperti DeepSeek dan Alibaba. DeepSeek berhasil menerbitkan artikel peer-reviewed penting tentang model AI reasoning R1 di jurnal Nature, sebuah hal langka yang mengindikasikan kualitas dan kedalaman penelitian yang dilakukan di China.Selain itu, Alibaba terus memperkuat posisinya dengan mengembangkan Qwen, keluarga model bahasa besar open-source yang masuk dalam peringkat 10 teratas dunia menurut platform pengembang AI Hugging Face. Keberhasilan ini menunjukkan betapa China tidak hanya aktif mengadopsi, tetapi juga memimpin dalam inovasi terbuka dan sumber daya AI.Dengan semua pencapaian tersebut, buku ini menegaskan bahwa pertarungan teknologi global tidak lagi monopoli oleh Amerika Serikat saja, melainkan memasuki era baru di mana China mengambil peran sentral sebagai kekuatan besar yang tidak dapat diabaikan dalam bidang kecerdasan buatan dan inovasi teknologi.
China saat ini tidak hanya menjadi pusat produksi teknologi skala besar, tapi juga inovator utama di bidang AI yang mampu menghasilkan riset dan produk berkelas dunia. Melihat dukungan dari institusi seperti DeepSeek dan Alibaba, masa depan AI global akan sangat dipengaruhi oleh persaingan dan kolaborasi antara China dan AS.