Para ahli dalam bidang kecerdasan buatan (AI) mengakui keberhasilan perusahaan rintisan asal China, DeepSeek, yang mengembangkan model AI canggih dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan lain. DeepSeek, yang berbasis di Hangzhou, baru-baru ini merilis model AI bernama R1 yang memiliki kemampuan setara dengan model dari OpenAI, tetapi dengan biaya pelatihan yang hanya sekitar 5,5 juta dolar AS. Hal ini membuat banyak orang khawatir bahwa perusahaan teknologi lain telah menghabiskan terlalu banyak uang untuk pelatihan AI.Beberapa tokoh penting di industri AI, termasuk CEO OpenAI, Sam Altman, memberikan pujian terhadap pendekatan open-source yang diambil oleh DeepSeek. Mereka menyarankan bahwa OpenAI perlu mempertimbangkan strategi open-source yang lebih baik, karena saat ini mereka lebih memilih pendekatan tertutup yang menjaga informasi tentang metode pelatihan dan biaya energi model mereka. Keberhasilan DeepSeek menunjukkan bahwa ada cara yang lebih efisien untuk mengembangkan teknologi AI.
Keberhasilan DeepSeek menunjukkan bahwa efisiensi biaya pelatihan AI bisa dicapai tanpa mengorbankan kualitas model, yang menjadi peringatan bagi perusahaan besar agar tidak malas berinovasi. Ini bisa membuka era baru kolaborasi dan transparansi dalam pengembangan AI yang lebih sehat dan berkelanjutan.