DeepSeek dari China Kembangkan AI Open-Source Murah Tantang OpenAI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
03 Feb 2025
210 dibaca
1 menit

Para ahli dalam bidang kecerdasan buatan (AI) mengakui keberhasilan perusahaan rintisan asal China, DeepSeek, yang mengembangkan model AI canggih dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan lain. DeepSeek, yang berbasis di Hangzhou, baru-baru ini merilis model AI bernama R1 yang memiliki kemampuan setara dengan model dari OpenAI, tetapi dengan biaya pelatihan yang hanya sekitar 5,5 juta dolar AS. Hal ini membuat banyak orang khawatir bahwa perusahaan teknologi lain telah menghabiskan terlalu banyak uang untuk pelatihan AI.
Beberapa tokoh penting di industri AI, termasuk CEO OpenAI, Sam Altman, memberikan pujian terhadap pendekatan open-source yang diambil oleh DeepSeek. Mereka menyarankan bahwa OpenAI perlu mempertimbangkan strategi open-source yang lebih baik, karena saat ini mereka lebih memilih pendekatan tertutup yang menjaga informasi tentang metode pelatihan dan biaya energi model mereka. Keberhasilan DeepSeek menunjukkan bahwa ada cara yang lebih efisien untuk mengembangkan teknologi AI.
Analisis Ahli
Sam Altman
OpenAI perlu memikirkan strategi open-source baru karena pasar dan inovasi AI mulai beralih ke pendekatan yang lebih terbuka.Andrew Ng
Pendekatan open-source seperti yang dilakukan DeepSeek memberikan peluang bagi pengembangan AI yang lebih cepat dan murah, membuka jalan untuk inovasi yang lebih merata.

