AI summary
Conflux Technology berperan penting dalam pengembangan sistem propulsi hidrogen dengan menciptakan pertukaran panas yang efisien. Program ZEROe Airbus bertujuan untuk menciptakan penerbangan tanpa emisi, meskipun mengalami penundaan. Manajemen termal adalah kunci untuk keberhasilan sistem sel bahan bakar hidrogen dalam penerbangan. Airbus tengah mengembangkan pesawat komersial bebas emisi yang digerakkan oleh sistem propulsi hidrogen-elektrik lewat program ZEROe. Program ini bertujuan menghadirkan pesawat ramah lingkungan yang menggunakan hidrogen sebagai sumber energi utama, dengan target awal beroperasi pada tahun 2035. Namun, proses pengembangan menghadapi berbagai tantangan teknis terutama dalam pengelolaan panas dan integrasi sistem.Perusahaan Australia, Conflux Technology, ikut berperan dengan menciptakan heat exchanger inovatif yang dicetak menggunakan teknologi 3D printing. Komponen ini berfungsi untuk mengatur temperatur sistem fuel cell hidrogen yang menghasilkan panas sangat besar, sehingga menjaga keamanan dan efisiensi operasional selama penerbangan. Desain ringan dan efisien ini merupakan hasil dari kombinasi teknologi cetak aditif dan simulasi komputer.Meski teknologi sudah menunjukkan kemajuan penting, Airbus mengumumkan penundaan program ZEROe yang kini diperkirakan baru akan terealisasi pada 2040-an. Penundaan ini juga disertai pengurangan anggaran sebesar 25%, yang mencerminkan kompleksitas dan besarnya investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan ekosistem hidrogen penerbangan global yang dapat diandalkan.Airbus telah berhasil melakukan uji coba mesin fuel cell dengan daya 1,2 megawatt dan mengembangkan sistem penyimpanan hidrogen cair bersama Air Liquide. Rencana pengujian lengkap sistem propulsi dan distribusi hidrogen akan dilakukan di Munich pada tahun 2027. Namun, kesiapan teknologi dan infrastruktur menjadi faktor penentu kesuksesan komersialisasi pesawat hidrogen.Walaupun terdapat berbagai hambatan, kerja sama antara Airbus dan Conflux Technology menunjukkan langkah konkret dalam penerapan teknologi berkelanjutan. Airbus tetap berkomitmen menjadikan hidrogen sebagai solusi utama untuk masa depan penerbangan ramah lingkungan, dengan harapan pada akhirnya teknologi ini dapat mengubah industri penerbangan secara global.
Pemanfaatan manufaktur aditif dalam pembuatan heat exchanger menunjukkan kemajuan signifikan yang mengurangi bobot dan meningkatkan efisiensi, yang sangat esensial untuk aplikasi penerbangan berbasis hidrogen. Namun, keberhasilan penuh proyek ini sangat bergantung pada kemajuan simultan dalam infrastruktur hidrogen dan teknologi fuel cell, yang masih menghadapi banyak kendala nyata.