AI summary
Proyek BALIS bertujuan untuk mengembangkan sistem propulsi ramah lingkungan untuk transportasi masa depan. Pengoperasian sel bahan bakar pada daya lebih dari satu megawatt merupakan langkah penting dalam teknologi energi bersih. Penggunaan hidrogen hijau dari sumber energi terbarukan dapat mendukung mobilitas yang bebas dari emisi karbon. Para peneliti di German Aerospace Center (DLR) berhasil mengoperasikan komponen utama sistem sel bahan bakar dengan daya melebihi satu megawatt. Ini merupakan langkah awal penting dalam proyek BALIS yang bertujuan mengembangkan sistem propulsi ramah iklim untuk pesawat, kapal, dan kendaraan berat.Fasilitas uji BALIS di Empfingen, Jerman, memiliki kapasitas hingga 1,5 megawatt dan memungkinkan pengujian mulai dari komponen tunggal hingga sistem propulsi lengkap. Fasilitas ini sangat unik dan mendukung pengembangan teknologi propulsi listrik efisien dan kuat.Sistem ini menggunakan 12 modul sel bahan bakar yang masing-masing terdiri dari 400 sel individual yang bekerja bersama secara mulus. Dengan menggunakan hidrogen hijau, teknologi ini berpotensi mengurangi emisi karbon dioksida dan menjadikan transportasi lebih ramah lingkungan.Tim DLR juga mengembangkan strategi pengoperasian yang kompleks agar sistem dapat berjalan stabil dan menghasilkan output daya besar dalam jangka waktu lama. Setelah itu, mereka akan menguji kondisi dinamis yang meniru penggunaan nyata di lapangan.Sementara itu, di penjuru dunia lain, universitas di Jepang dan Amerika juga mengembangkan jenis sel bahan bakar baru dengan kemampuan operasi yang lebih efisien dan pada suhu rendah, mendukung upaya global untuk mencapai mobilitas bebas emisi.
Kemajuan ini menandai tonggak penting dalam pengembangan teknologi energi bersih yang berpotensi merevolusi sektor transportasi berat dan penerbangan. Namun, tantangan teknis dan biaya produksi masih memerlukan fokus riset tambahan agar teknologi ini dapat diadopsi secara luas dalam waktu dekat.