Sistem Penyimpanan Hidrogen Cair Terintegrasi untuk Penerbangan Ramah Lingkungan
Sains
Iklim dan Lingkungan
28 Mei 2025
267 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Sistem penyimpanan hidrogen yang terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi penerbangan tanpa emisi.
Hidrogen sebagai bahan bakar pesawat menawarkan potensi besar untuk mengurangi emisi karbon dioksida.
Kerja sama antara berbagai institusi pendidikan tinggi dan NASA penting untuk pengembangan teknologi penerbangan ramah lingkungan.
Penerbangan saat ini menyumbang sekitar 2 persen emisi global karbon dioksida dan terus bertambah, maka diperlukan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Hidrogen menjadi pilihan karena memiliki energi lebih tinggi dan tidak menghasilkan polutan karbon.
Para peneliti dari FAMU-FSU College of Engineering mengembangkan sistem baru yang menyimpan dan mengalirkan hidrogen cair dengan sangat efisien dan aman. Sistem ini cocok untuk pesawat hibrida listrik yang dapat membawa sekitar 100 penumpang.
Sistem ini menggabungkan tiga fungsi penting yaitu penyimpanan bahan bakar, pendinginan komponen elektronik pesawat, dan pengendalian aliran bahan bakar menjadi satu perangkat yang terintegrasi. Ini membuat penggunaan ruang lebih efisien dan mengurangi berat total sistem.
Tidak perlu pompa mekanik yang berat dan berisiko, karena aliran hidrogen diatur secara cerdas dengan mengatur tekanan dalam tangki. Hidrogen cair juga digunakan untuk mendinginkan bagian elektronik penting, meningkatkan efisiensi dan keamanan keseluruhan sistem.
Saat ini, sistem ini masih dalam tahap simulasi dan akan dibangun prototipenya untuk diuji di FSU. Proyek ini didukung oleh NASA dan berbagai universitas besar di Amerika Serikat, membuka jalan bagi penerbangan masa depan yang bebas emisi karbon.

