Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Spacecoin Bawa Internet Satelit Tanpa Perantara Jaringan Darat Menggunakan Blockchain

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
startups (5mo ago) startups (5mo ago)
02 Okt 2025
101 dibaca
2 menit
Spacecoin Bawa Internet Satelit Tanpa Perantara Jaringan Darat Menggunakan Blockchain

Rangkuman 15 Detik

Spacecoin menciptakan inovasi dengan mengirim data terenkripsi melalui satelit tanpa jaringan darat.
Pendiri Spacecoin menekankan pentingnya sistem desentralisasi dalam meningkatkan keamanan dan transparansi transaksi.
Pasar internet satelit berkembang pesat, dan Spacecoin berencana untuk memperluas jaringan satelitnya.
Spacecoin, sebuah startup asal Amerika Serikat, telah melakukan terobosan teknologi baru dalam industri internet satelit dengan berhasil mengirim data terenkripsi lewat satelit tanpa melewati jaringan internet darat. Teknologi ini memungkinkan data berbasis blockchain untuk dikirim dari Bumi ke satelit dan kembali ke pengguna dengan aman dan tanpa perubahan. Dalam pengujian yang dilakukan bersama perusahaan mikrosatelit asal Bulgaria, EnduroSat, data yang dikirimkan menempuh jarak lebih dari 7.000 kilometer, dari Chili menuju Azores. Hal ini membuktikan bahwa sistem yang dibangun oleh Spacecoin berfungsi dengan baik untuk transmisi data yang aman di wilayah yang luas. Berbeda dengan Starlink yang mengandalkan sistem sentralisasi dan pengelolaan oleh perusahaan tunggal SpaceX, Spacecoin menggunakan sistem desentralisasi yang memungkinkan siapa pun bisa bergabung, melakukan pembayaran, dan menyimpan data tanpa perlu pihak ketiga sebagai penyedia layanan internet. Pendiri Spacecoin, Tae Oh, menyampaikan bahwa blockchain membuat setiap transaksi diverifikasi secara otomatis sehingga tidak bisa dipalsukan, diubah, atau disadap oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Target pasar mereka tidak hanya pengguna akhir tapi juga pengembang, perusahaan telekomunikasi, NGO, dan mitra infrastruktur lainnya. Meski saat ini Spacecoin masih memiliki satu satelit yang diluncurkan pada Desember 2024 dan berencana menambah tiga satelit lagi hingga akhir 2025, langkah perintis ini menandai potensi besar bagi internet satelit yang lebih aman, transparan, dan desentralisasi di masa depan.

Analisis Ahli

Dr. Rina Putri (Ahli Telekomunikasi)
Integrasi blockchain dengan jaringan satelit merupakan arah yang sangat inovatif karena dapat memperkuat keamanan dan transparansi data secara global. Namun, tantangan terbesar adalah skalabilitas dan pengelolaan jaringan yang benar-benar desentralisasi agar dapat bersaing dengan pemain besar seperti Starlink.