Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kasus Akun Paylater Diretas, Pengguna TikTok Tagihan Rp 4,619,406 Tanpa Melakukan Transaksi

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
02 Okt 2025
94 dibaca
2 menit
Kasus Akun Paylater Diretas, Pengguna TikTok Tagihan Rp 4,619,406 Tanpa Melakukan Transaksi

AI summary

Peretasan akun dapat mengakibatkan masalah serius, seperti tagihan yang tidak dikenali.
Layanan pelanggan dari platform e-commerce tidak selalu responsif dalam menangani keluhan pengguna.
Pengguna yang jarang menggunakan layanan paylater lebih rentan terhadap peretasan.
Seorang pengguna TikTok bernama Qori mendapat kejutan saat menerima notifikasi tagihan paylater sebesar Rp 4.619.406, padahal dia tidak pernah melakukan transaksi apapun. Tagihan tersebut bahkan berisi transaksi yang alamat pengirimannya bukan ke pulau Jawa tempat tinggalnya, melainkan Makassar dan Kosambi di Tangerang.Qori pun melaporkan kejadian ini ke Tokopedia Care yang terletak di Ciputra World, Cengkareng. Di sana, ternyata dia mengetahui ada beberapa orang lain yang mengalami kasus serupa. Namun pihak Tokopedia Care hanya menonaktifkan akunnya tanpa ada penjelasan atau solusi yang jelas.Selain melapor ke Tokopedia, Qori juga sudah membawa kasus ini ke kepolisian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut pihak polisi, kasus seperti ini umum terjadi pada pengguna paylater yang jarang dipakai, sehingga akun mudah diretas dan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.Qori sendiri merasa kecewa karena merasa tidak mendapatkan perlindungan maksimal dari pihak Tokopedia maupun TikTok. Ia juga mempertanyakan ketidakhadiran kantor TikTok secara langsung di Indonesia yang menyebabkan sulitnya masalah dapat diselesaikan dengan cepat dan tuntas.Kasus ini memberikan pelajaran bahwa layanan paylater yang tidak digunakan secara rutin bisa menjadi sasaran peretas. Pengguna dan perusahaan penyedia layanan digital harus memperkuat pengamanan dan selalu waspada terhadap aktivitas mencurigakan agar terhindar dari penipuan dan kerugian finansial.

Experts Analysis

Pakar Keamanan Siber Dr. Arif
Kasus seperti ini sangat sering terjadi karena kurangnya implementasi keamanan berlapis pada layanan paylater. Pengguna harus selalu memantau aktivitas akun dan platform wajib menyediakan notifikasi serta proteksi maksimal agar tidak mudah diretas.
Editorial Note
Masalah ini mencerminkan lemahnya sistem keamanan dan kurangnya respons proaktif dari pihak platform terhadap indikasi penyalahgunaan akun. Pengguna perlu lebih waspada dan platform harus bertanggung jawab dengan menghadirkan verifikasi ganda serta edukasi keamanan yang lebih ketat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.