Meta Gunakan Chat AI untuk Personalisasi Iklan dan Rekomendasi Mulai Desember
Teknologi
Kecerdasan Buatan
01 Okt 2025
136 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Meta akan mempersonalisasi iklan berdasarkan interaksi pengguna dengan AI.
Pengguna tidak dapat menolak penggunaan percakapan AI untuk personalisasi.
Kebijakan baru ini tidak berlaku di beberapa negara karena masalah regulasi.
Meta akan mulai menggunakan percakapan pengguna dengan asisten AI mereka untuk mengatur iklan dan rekomendasi yang ditampilkan di platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Ini berarti jika Anda bertanya tentang topik tertentu saat mengobrol dengan AI, seperti hiking, maka Anda akan mulai melihat lebih banyak konten, komunitas, atau iklan yang terkait dengan topik itu.
Perubahan ini mulai diberlakukan pada tanggal 16 Desember, tetapi pengguna akan menerima pemberitahuan terlebih dahulu mulai 7 Oktober. Meta berharap langkah ini akan memberikan pengalaman yang lebih relevan dan personal bagi pengguna di seluruh platform mereka.
Meta juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menggunakan informasi dari percakapan AI yang menyangkut hal-hal sensitif seperti agama, orientasi seksual, politik, kesehatan, dan lain-lain agar tidak melanggar kebijakan privasi mereka. Namun, pengguna tidak bisa memilih untuk tidak ikut dalam penggunaan data percakapan AI ini untuk personalisasi.
Jika Anda menghubungkan akun Facebook, Instagram, dan WhatsApp di Meta Accounts Center, maka interaksi dengan AI di satu aplikasi bisa memengaruhi iklan dan rekomendasi di aplikasi lain. Meskipun demikian, percakapan yang dienkripsi tetap tidak akan diakses untuk tujuan ini sesuai kebijakan privasi yang berlaku.
Perubahan ini tidak akan langsung diterapkan di Inggris, Uni Eropa, dan Korea Selatan karena masih ada proses penyesuaian terhadap peraturan yang berlaku di wilayah tersebut. Meta terus berupaya menyeimbangkan antara inovasi teknologi dan perlindungan privasi pengguna.
Analisis Ahli
Christy Harris
Meta memiliki kebijakan yang ketat untuk melindungi data yang dianggap sensitif, dan mereka berusaha menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan privasi pengguna.

