Facebook Meminta Akses Kamera Roll untuk Edit Foto AI, Risiko Privasi Meningkat
Teknologi
Kecerdasan Buatan
28 Jun 2025
203 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Facebook mengembangkan fitur baru yang menggunakan AI untuk menganalisis foto pengguna dari kamera roll.
Pengguna harus berhati-hati dalam memberikan izin akses data pribadi untuk menjaga privasi mereka.
Fitur ini menunjukkan ambisi Meta dalam mengintegrasikan AI ke dalam pengalaman pengguna di platform media sosial.
Facebook memperkenalkan fitur yang memungkinkan pengguna mendapatkan saran foto yang diedit oleh AI secara otomatis dari kamera roll mereka. Fitur ini aktif saat pengguna membuat Story baru dan meminta izin untuk memproses foto di cloud Meta.
Dengan memberikan izin, gambar dari kamera roll akan diunggah secara terus-menerus ke server Meta dan dianalisis menggunakan AI, termasuk pemindaian fitur wajah dan elemen lain dalam foto. Hasilnya bisa berupa kolase, gaya anime, atau tema foto baru yang hanya bisa dilihat oleh pengguna bersangkutan.
Meskipun Facebook menjelaskan fitur ini tidak digunakan untuk iklan, hal ini tetap menimbulkan kekhawatiran terkait privasi karena data pribadi dan gambar yang belum diunggah ke platform diekspos untuk dianalisis. Meta juga diperbolehkan oleh persyaratan AI terbaru untuk menyimpan dan menggunakan informasi personal guna mempersonalisasi AI mereka.
Pengguna Facebook dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini melalui pengaturan aplikasi di bagian preferensi, khususnya fungsi 'camera roll sharing suggestions' dan 'cloud processing'. Namun, tidak semua pengguna sadar akan adanya fitur ini dan dampaknya terhadap privasi mereka.
Hingga kini, Meta belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai fitur ini. Para pengguna pun mulai waspada setelah beberapa laporan dan perbincangan di media sosial terkait akses Facebook ke koleksi foto pribadi mereka melalui AI.


