Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Meta Gunakan Data Chat AI untuk Iklan, Pengguna Tidak Bisa Tolak

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (5mo ago) artificial-intelligence (5mo ago)
01 Okt 2025
94 dibaca
2 menit
Meta Gunakan Data Chat AI untuk Iklan, Pengguna Tidak Bisa Tolak

Rangkuman 15 Detik

Meta akan menggunakan data interaksi pengguna dengan produk AI untuk meningkatkan penargetan iklan.
Kebijakan privasi baru berlaku secara global, kecuali di beberapa wilayah dengan undang-undang ketat.
Pengguna tidak memiliki opsi untuk menolak penggunaan data mereka dalam kebijakan baru ini.
Meta mengumumkan bahwa mulai Desember 2024, mereka akan menggunakan data dari percakapan pengguna dengan produk AI-nya untuk menargetkan iklan di sosial media seperti Facebook dan Instagram. Ini merupakan langkah baru dalam upaya mereka meningkatkan efektivitas iklan dengan memanfaatkan data baru dari AI. Perubahan kebijakan ini berlaku secara global, kecuali untuk pengguna di Korea Selatan, Inggris, dan Uni Eropa karena aturan privasi yang melindungi pengguna di wilayah tersebut. Meta juga memberi tahu bahwa mereka akan menginformasikan pengguna tentang perubahan ini dalam beberapa hari ke depan. Tidak hanya data dari chatbot Meta AI, perusahaan juga akan menggunakan data dari perangkat seperti kacamata pintar Ray-Ban Meta dan produk AI lainnya seperti Vibes dan Imagine untuk mempersonalisasi iklan. Namun, ada beberapa kategori data sensitif yang tidak akan digunakan untuk iklan demi melindungi privasi pengguna. Pengguna yang tidak ingin datanya digunakan untuk iklan ternyata tidak memiliki opsi untuk menolak selama mereka menggunakan akun Meta yang sama pada berbagai produk. Meta menyatakan bahwa mereka masih mengembangkan sistem untuk memanfaatkan data AI ini secara optimal dalam periklanan. Langkah ini menandai tren dari perusahaan teknologi besar yang mulai mencari cara untuk memonetisasi produk AI yang selama ini diberikan gratis kepada pengguna. Meski belum ada rencana langsung untuk menampilkan iklan di produk AI, kemungkinan itu akan muncul di masa depan.

Analisis Ahli

Shoshana Zuboff
Langkah Meta menegaskan tren kapitalisme pengawasan di mana data pribadi pengguna menjadi komoditas utama. Hal ini menimbulkan risiko besar terhadap kebebasan dan privasi individu di era digital.