AI summary
Generasi Z menunjukkan minat yang meningkat terhadap ponsel jadul. Pasar smartphone di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan. HMD Global memanfaatkan tren ini dengan penjualan ponsel feature yang meningkat. Belakangan ini, banyak anak muda dari generasi Z yang mulai bosan menggunakan smartphone. Mereka merasa terlalu banyak waktu dihabiskan di layar ponsel, sehingga mereka mulai melihat kembali ponsel jadul atau feature phone sebagai alternatif yang sederhana dan tidak rumit.Di Amerika Serikat, tren ini sudah mulai terlihat sejak beberapa tahun lalu. Penjualan feature phone di sana melonjak hingga puluhan ribu unit per bulan pada tahun 2022, yang bertolak belakang dengan pasar smartphone global yang sedang menurun.Pasar feature phone juga sangat kuat di beberapa wilayah lain seperti Timur Tengah, Afrika, dan India, yang bahkan menyumbang sekitar 80% pasarnya di tahun lalu menurut laporan Counterpoint Research.Sementara itu, pasar smartphone di Indonesia menunjukkan tren yang lesu. Penjualan menurun sebanyak 14,3% pada tahun 2023 dan terus merosot hingga kuartal kedua 2025 sebesar 3,5% secara tahun ke tahun, menjadikannya penurunan paling tajam di kawasan Asia Tenggara.Berbeda dengan Indonesia, negara lain di Asia Tenggara justru mengalami pertumbuhan, terutama Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Di Malaysia, misalnya, peningkatan penjualan didorong oleh segmen ponsel dengan harga di bawah US$100 yang semakin digemari oleh konsumen yang mencari barang lebih terjangkau.
Fenomena kejenuhan Gen Z terhadap smartphone menunjukkan pergeseran signifikan dalam pola konsumsi teknologi yang bisa berujung pada perubahan strategi produsen ponsel. Penurunan pasar smartphone di Indonesia bukan hanya karena daya beli, tapi juga adanya kebutuhan konsumen yang lebih mengarah ke efisiensi dan kesederhanaan teknologi.