Gen Z AS Meninggalkan Smartphone, Pasar Ponsel Indonesia Makin Variatif
Teknologi
Gadgets dan Wearable
08 Jun 2025
193 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Tren Gen Z beralih ke ponsel jadul menunjukkan ketidakpuasan terhadap smartphone modern.
HMD Global dan Transsion berhasil memanfaatkan tren ini untuk meningkatkan penjualan.
Pasar smartphone Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan, terutama di segmen harga terjangkau.
Anak muda di Amerika Serikat, terutama generasi Z, mulai meninggalkan penggunaan smartphone yang canggih dengan layar sentuh karena merasa bosan. Mereka justru kembali menggunakan ponsel jadul atau feature phone yang lebih sederhana.
Tren ini mulai terlihat beberapa tahun terakhir dan menjadi peluang bagi perusahaan yang memproduksi feature phone, seperti HMD Global dengan merek Nokia. Penjualan feature phone di AS melonjak hingga puluhan ribu per bulan pada tahun 2022.
Pasar feature phone secara global didominasi oleh negara-negara di Timur Tengah, Afrika, dan India, yang mencapai pangsa pasar 80% pada tahun lalu. Sementara itu, pasar smartphone di Indonesia mengalami penurunan sekitar 14% pada 2023 akibat turunnya daya beli masyarakat.
Namun, kondisi pasar smartphone Indonesia mulai membaik tahun 2024 dengan pertumbuhan penjualan sebesar 15,5%. Peningkatan ini didorong oleh segmen ponsel murah dan kelas menengah yang terus berkembang, dengan merek seperti Oppo memimpin segmen menengah.
Sebaliknya, segmen smartphone dengan harga mahal di Indonesia mengalami penurunan signifikan, terutama karena adanya pelarangan penjualan iPhone 16. Di sisi lain, adopsi teknologi 5G meningkat pesat dengan pangsa pasar mencapai hampir 26% pada tahun 2024.


