Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Eks Karyawan Google dan Meta Dirikan Startup AI dengan Dana US$ 300 Juta

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (5mo ago) artificial-intelligence (5mo ago)
01 Okt 2025
114 dibaca
2 menit
Eks Karyawan Google dan Meta Dirikan Startup AI dengan Dana US$ 300 Juta

Rangkuman 15 Detik

Periodic Labs memiliki visi untuk menciptakan laboratorium otonom yang didukung oleh kecerdasan buatan.
Perusahaan ini berhasil mengumpulkan modal sebesar US$ 300 juta dari investor ternama.
Penelitian mereka berfokus pada pengembangan superkonduktor dan material baru melalui eksperimen yang dilakukan oleh robot.
Sejumlah mantan karyawan dari perusahaan teknologi besar seperti Google, OpenAI, dan Meta memutuskan untuk berhenti bekerja dan membentuk perusahaan baru yang bernama Periodic Labs. Mereka berhasil mengumpulkan modal sebesar 300 juta dolar AS atau sekitar 5 triliun rupiah untuk memulai proyek mereka. Periodic Labs bertujuan menciptakan program kecerdasan buatan (AI) yang dapat berperan seperti ilmuwan dengan memanfaatkan laboratorium penuh robot. Robot-robot ini dapat melakukan eksperimen, mengumpulkan data, dan belajar untuk mengembangkan material baru secara mandiri dan berulang kali. Pendiri Periodic Labs adalah Ekin Dogus Cubuk, yang pernah memimpin tim riset material di Google Brain dan Deepmind, serta Liam Fedus, salah satu peneliti yang terlibat dalam penciptaan ChatGPT. Tim mereka juga diisi oleh peneliti AI berpengalaman dari OpenAI, Microsoft, dan Meta. Salah satu anggota tim, Rishabh Agarwal, bahkan menolak tawaran gaji besar dan saham bernilai puluhan miliar dari Meta untuk bergabung ke perusahaan baru ini. Ini menunjukkan ambisi dan potensi besar yang dimiliki Periodic Labs. Fokus awal perusahaan adalah mengembangkan superkonduktor yang lebih efisien dan mengumpulkan data komprehensif tentang berbagai material agar AI mereka bisa menciptakan material baru yang lebih baik. Mereka ingin membawa kemajuan AI ke tahap berikutnya dengan menciptakan ilmuwan AI dan laboratorium otonom.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Penggabungan AI dengan eksperimen laboratorium adalah langkah maju yang penting untuk memperluas kemampuan AI dari data statis ke lingkungan nyata yang dinamis.
Fei-Fei Li
Membangun 'ilmuwan AI' yang dapat bereksperimen secara otonom adalah inovasi yang dapat mengubah paradigma riset ilmiah tradisional.