Periodic Labs Kumpulkan Rp 5.01 triliun ($300 Juta) untuk Ciptakan AI Ilmuwan Otomatisasi Laboratorium
Sains
Fisika dan Kimia
01 Okt 2025
45 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Periodic Labs bertujuan untuk mengotomatisasi penemuan ilmiah dengan menggunakan AI.
Startup ini didukung oleh investor besar seperti Andreessen Horowitz dan Jeff Bezos.
Penemuan superkonduktor adalah salah satu sasaran awal dari penelitian yang dilakukan oleh Periodic Labs.
Periodic Labs adalah startup baru yang muncul dengan dana awal sebesar 300 juta dolar AS, didukung oleh investor besar seperti Andreessen Horowitz dan Jeff Bezos. Mereka bertujuan merevolusi cara penemuan ilmiah dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan robotika untuk mengotomatisasi eksperimen di laboratorium.
Perusahaan ini didirikan oleh Ekin Dogus Cubuk, yang sebelumnya memimpin tim bahan dan kimia di Google Brain dan DeepMind, serta Liam Fedus, mantan Wakil Presiden Riset di OpenAI. Keduanya memiliki rekam jejak hebat dalam mengembangkan teknologi AI canggih seperti super jaringan neural dan alat penemuan material berbasis AI.
Periodic Labs membangun laboratorium otonom di mana robot melakukan eksperimen fisik, mengumpulkan data, dan mengoptimalkan proses secara otomatis. Fokus utama mereka adalah menemukan superkonduktor baru yang memiliki performa lebih baik dan lebih hemat energi dibandingkan material yang ada saat ini.
Misi lanjutan Periodic Labs adalah mengumpulkan data dunia nyata dari eksperimen yang mereka lakukan agar dapat menjadi sumber data baru bagi model AI generasi selanjutnya. Ini berbeda dengan sebelumnya yang hanya mengandalkan informasi dari internet yang kini mulai terbatas.
Startup ini bukan satu-satunya yang mengejar cita-cita AI ilmuwan, tetapi dengan tim peneliti berbakat dan dukungan dana besar, mereka berada dalam posisi kuat untuk menjadi pionir di bidang penemuan material otomatis menggunakan AI dan robotika.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Pendekatan menggunakan AI untuk mengotomatisasi eksperimen laboratorium adalah langkah strategis berikutnya dalam memecahkan batasan riset manusia dan akan mempercepat inovasi lebih luar biasa.Fei-Fei Li
Menggabungkan robotika dengan AI dalam konteks penelitian ilmiah memungkinkan eksplorasi material yang jauh lebih luas dan efisien, ini akan membuka peluang besar di banyak bidang teknologi.
