AI summary
Kasus Yadi Zhang mencerminkan tantangan besar dalam penegakan hukum terkait cryptocurrency dan penipuan internasional. Sengketa mengenai aset Bitcoin yang disita menunjukkan kompleksitas hukum antara negara-negara mengenai kejahatan keuangan. Keputusan Inggris untuk menjual Bitcoin dapat berdampak signifikan pada pasar cryptocurrency dan hubungan internasional. Yadi Zhang menjalankan skema penipuan cryptocurrency yang menipu sebanyak 128.000 investor di China sejak 2014 sampai 2017. Dia menjanjikan keuntungan hingga 300%, yang ternyata palsu. Setelah memalsukan paspor, ia pindah ke Inggris dan menjalani hidup mewah dengan menyewa rumah senilai jutaan dolar di London.Pada 2018, rumah Zhang digeledah oleh polisi setempat dan ditemukan 61.000 Bitcoin dalam beberapa laptop. Saat itu nilainya sekitar 1,8 miliar dolar AS, tapi kini sudah melonjak sampai sekitar 7 miliar dolar. Ini dianggap sebagai salah satu penyitaan cryptocurrency terbesar yang pernah dilakukan oleh kepolisian di dunia.Zhang menghilang pada 2020 sebelum diperiksa polisi dan baru tertangkap di York pada awal 2024. Setelah mengaku bersalah atas pencucian uang, kasusnya kini menimbulkan persoalan baru yaitu mengenai siapa yang berhak atas Bitcoin hasil sitaan itu: pemerintah Inggris atau korban dari China melalui dukungan pemerintah mereka.Pemerintah Inggris ingin menjual Bitcoin itu untuk membantu menambal defisit anggaran, tetapi hal ini bisa menurunkan harga Bitcoin dan menimbulkan reaksi negatif dari pemerintah China dan kelompok politik tertentu di Inggris. Pihak China juga berusaha melakukan negosiasi agar korban bisa mendapatkan kompensasi.Saat ini perkara tersebut tengah diputuskan di High Court London dan dinantikan hasilnya. Keputusan ini akan menjadi preseden penting untuk penegakan hukum serta pengaturan aset digital dalam kasus kejahatan lintas negara antara Inggris dan China, dengan dampak yang besar bagi korban dan pasar cryptocurrency.
Kasus ini menonjolkan kompleksitas penegakan hukum di era aset digital lintas negara yang belum ada preseden kuatnya, sehingga akan membutuhkan kerjasama internasional yang lebih erat dan aturan yang jelas. Jika Inggris memilih menjual Bitcoin secara besar-besaran, ini bisa memicu kejatuhan harga maupun konflik diplomatik yang berkelanjutan dengan China, yang juga mewakili korban.