Oracle Kuasai Algoritma TikTok, AS Amankan Kontrol Informasi Penting
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
24 Sep 2025
90 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Algoritma TikTok akan dikelola oleh Oracle di AS untuk meningkatkan keamanan data.
ByteDance akan menjual mayoritas saham TikTok ke entitas berbasis di AS sebagai bagian dari negosiasi.
Pemerintah AS tidak akan mengambil kursi dewan di perusahaan baru pemilik TikTok, tetapi ada ketidakpastian mengenai 'bayaran' sebagai syarat persetujuan.
TikTok, aplikasi video pendek yang sangat populer, tengah mengalami perubahan besar. Setelah sebelumnya dimiliki oleh perusahaan China, ByteDance, sebagian besar saham TikTok akan beralih ke perusahaan berbasis di Amerika Serikat. Ini dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran AS terhadap potensi penyebaran propaganda lewat algoritma TikTok.
Oracle, perusahaan teknologi besar milik Larry Ellison, ditunjuk menjadi pihak yang akan mengelola algoritma TikTok di AS. Larry Ellison adalah salah satu orang terkaya di dunia, dan perusahaannya kini menyediakan pusat data untuk operasional TikTok di Amerika Serikat.
Algoritma TikTok dianggap memiliki pengaruh besar karena mampu mengendalikan informasi yang diterima pengguna serta menentukan konten apa yang muncul, sehingga menjadi 'rahasia dapur' kesuksesan TikTok yang mengalahkan pesaing seperti Instagram dan YouTube. Oleh sebab itu, pengelolaan algoritma menjadi faktor utama dalam negosiasi penjualan saham TikTok.
Selain Oracle, investor lain dari AS seperti Silver Lake, Michael Dell, dan keluarga Murdoch juga ikut bergabung sebagai pemilik saham mayoritas di perusahaan patungan yang akan mengelola TikTok di AS. ByteDance sendiri akan memegang kurang dari 20 persen saham perusahaan ini.
Pemerintah AS tidak akan mengambil kursi dewan maupun saham khusus dalam perusahaan baru tersebut. Namun, ada tekanan politik agar ByteDance segera melakukan divestasi saham agar aplikasi TikTok tidak diblokir di AS, yang sempat ditunda oleh Donald Trump untuk memberi waktu mencapai kesepakatan.
Analisis Ahli
Dr. Indra Gunawan (Analis Teknologi dan Kebijakan Digital Indonesia)
Operasi dan pengelolaan algoritma oleh Oracle bisa menjadi contoh bagaimana regulasi dan geopolitik memengaruhi inovasi teknologi global. Namun, ini juga menimbulkan risiko monopoli teknologi dari sisi AS yang bisa membatasi persaingan dan kebebasan data.Prof. Siti Rahmawati (Ahli Kebijakan Cybersecurity)
Langkah ini mencerminkan meningkatnya perhatian global terhadap keamanan data dan pengaruh asing dalam teknologi digital. Pengelolaan algoritma di AS di bawah Oracle dapat menjadi solusi sementara, tapi tidak menyelesaikan tantangan jangka panjang integrasi teknologi lintas negara.

