AI summary
Algoritma TikTok akan dikelola oleh Oracle di AS untuk meningkatkan keamanan data. ByteDance akan menjual mayoritas saham TikTok ke entitas berbasis di AS sebagai bagian dari negosiasi. Pemerintah AS tidak akan mengambil kursi dewan di perusahaan baru pemilik TikTok, tetapi ada ketidakpastian mengenai 'bayaran' sebagai syarat persetujuan. TikTok, aplikasi video pendek yang sangat populer, tengah mengalami perubahan besar. Setelah sebelumnya dimiliki oleh perusahaan China, ByteDance, sebagian besar saham TikTok akan beralih ke perusahaan berbasis di Amerika Serikat. Ini dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran AS terhadap potensi penyebaran propaganda lewat algoritma TikTok.Oracle, perusahaan teknologi besar milik Larry Ellison, ditunjuk menjadi pihak yang akan mengelola algoritma TikTok di AS. Larry Ellison adalah salah satu orang terkaya di dunia, dan perusahaannya kini menyediakan pusat data untuk operasional TikTok di Amerika Serikat.Algoritma TikTok dianggap memiliki pengaruh besar karena mampu mengendalikan informasi yang diterima pengguna serta menentukan konten apa yang muncul, sehingga menjadi 'rahasia dapur' kesuksesan TikTok yang mengalahkan pesaing seperti Instagram dan YouTube. Oleh sebab itu, pengelolaan algoritma menjadi faktor utama dalam negosiasi penjualan saham TikTok.Selain Oracle, investor lain dari AS seperti Silver Lake, Michael Dell, dan keluarga Murdoch juga ikut bergabung sebagai pemilik saham mayoritas di perusahaan patungan yang akan mengelola TikTok di AS. ByteDance sendiri akan memegang kurang dari 20 persen saham perusahaan ini.Pemerintah AS tidak akan mengambil kursi dewan maupun saham khusus dalam perusahaan baru tersebut. Namun, ada tekanan politik agar ByteDance segera melakukan divestasi saham agar aplikasi TikTok tidak diblokir di AS, yang sempat ditunda oleh Donald Trump untuk memberi waktu mencapai kesepakatan.
Pengalihan pengelolaan algoritma TikTok ke Oracle menandai langkah strategis AS dalam mengatasi kekhawatiran keamanan nasional yang muncul dari pengaruh teknologi asing. Namun, kontrol algoritma bukan hanya soal keamanan, tapi juga tentang siapa yang memegang 'kunci' tren dan informasi publik di era digital yang semakin kompleks dan sensitif.