Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

US Air Force Kembangkan Misil Hipersonik Murah Bernama Angry Tortoise

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
InterestingEngineering InterestingEngineering
29 Sep 2025
184 dibaca
2 menit
US Air Force Kembangkan Misil Hipersonik Murah Bernama Angry Tortoise

Rangkuman 15 Detik

Proyek Angry Tortoise bertujuan untuk menciptakan sistem hipersonik yang lebih terjangkau dan efisien.
Kemitraan dengan perusahaan komersial dapat mempercepat inovasi dalam teknologi militer.
Pengembangan mesin roket dengan bahan bakar yang lebih aman dan tahan lama meningkatkan kesiapan taktis.
Amerika Serikat kembali memperkuat pengembangan misil hipersonik dengan proyek baru bernama Angry Tortoise, yang fokus pada solusi biaya rendah dan kesiapan tempur yang cepat. Program ini menjadi jawaban atas perlombaan teknologi hipersonik yang semakin ketat di dunia, terutama karena kemajuan rival seperti Rusia dan China. Inti dari proyek ini adalah mesin roket Draper yang menggunakan campuran hidrogen peroksida dan kerosen, bahan bakar yang lebih aman dan bisa disimpan lama tanpa perlu perawatan khusus. Mesin ini dirancang dengan teknologi manufaktur aditif yang membuat produksinya jauh lebih murah dan cepat dibandingkan mesin roket hipersonik konvensional. Untuk menekan biaya, tim pengembang menggabungkan komponen dari roket target ekonomis ET-2 dengan mesin Draper pada bagian belakang noda, sehingga performa bisa ditingkatkan tanpa mengorbankan anggaran. Proyek ini juga merupakan bagian dari kerja sama antara Pentagon dan perusahaan komersial untuk mempercepat inovasi teknologi militer. Uji coba pertama Angry Tortoise akan dilakukan pada Desember di White Sands Missile Range, dengan target mencapai kecepatan Mach 2. Setelah itu, dikembangkan versi yang mampu mencapai Mach 4 hingga Mach 5 untuk memenuhi standar hipersonik sejati, dengan harapan dapat digunakan sebagai senjata operasional di masa depan. Meskipun masih berupa demonstrasi teknologi, Angry Tortoise menjadi proyek strategis yang dapat membuka jalan bagi produksi massal misil hipersonik dengan biaya terjangkau. Kesuksesan proyek ini sangat penting agar Amerika Serikat tidak kehilangan keunggulan dalam persaingan teknologi militer global.

Analisis Ahli

Dr. Emily Thompson, Ahli Propulsi Roket
Pendekatan Ursa Major menggunakan teknologi aditif dan bahan bakar yang mudah disimpan menunjukkan potensi untuk merevolusi cara kita melihat persenjataan hipersonik, dengan fokus pada efisiensi biaya dan kesiapan tempur.
Prof. Michael Rogers, Pakar Pertahanan dan Keamanan
Demonstrator seperti Angry Tortoise adalah kunci untuk mengatasi kesenjangan teknologi hipersonik Amerika dibandingkan dengan rival global, tetapi program ini harus cepat bergerak agar tidak tertinggal lebih jauh.