AI summary
Draper adalah mesin roket cair yang inovatif untuk pertahanan hipersonik. Ursa Major berfokus pada produksi dan pengembangan mesin dengan biaya yang terjangkau dan efisien. Kontrak terbaru mempercepat pengembangan teknologi penting untuk keamanan nasional di luar angkasa. Ursa Major, perusahaan berbasis di Colorado, sedang mengembangkan mesin roket inovatif bernama Draper yang dirancang khusus untuk aplikasi pertahanan hipersonik dan manuver di ruang angkasa. Mesin ini adalah roket cair taktis yang dapat disimpan dan siap digunakan dengan cepat, menggabungkan kelebihan solid rocket motor dengan fleksibilitas mesin cair.Perusahaan tersebut mendapat kontrak sebesar 34,9 juta dolar AS dari perusahaan pertahanan Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya. Dana ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan, produksi, dan implementasi mesin Draper dalam aplikasi keamanan nasional yang penting di ruang angkasa.Draper menggunakan bahan bakar non-kriogenik dan non-toksik serta teknologi siklus katalis tertutup. Mesin ini sudah melewati lebih dari 250 kali pengujian tembak, bersifat aman, dapat digunakan ulang, dan mampu disimpan selama minimal 10 tahun berkat desainnya yang dibuat dengan teknologi manufaktur aditif.Mesin ini dapat memulai dan mengendalikan throttling secara presisi sehingga mempunyai keunggulan besar dibanding motor roket tradisional dalam mensimulasikan dan menghadapi ancaman hipersonik yang bergerak cepat dan tidak terduga. Hal ini sangat penting karena motor roket solid tidak bisa berubah daya dorong saat sedang beroperasi.Kontrak ini juga melanjutkan kerja sama dengan U.S. Air Force Research Laboratory yang sebelumnya menandatangani kontrak 28,6 juta dolar AS untuk menguji mesin Draper di penerbangan taktis tahun ini, memperlihatkan pendekatan desain produk yang cepat dan siap produksi dari Ursa Major.
Pengembangan mesin roket Draper menunjukkan lompatan besar dalam teknologi propulsi pertahanan yang mampu menggabungkan kecepatan respons dan ketangguhan penyimpanan bahan bakar. Namun, tantangan utamanya tetap seputar integrasi penuh mesin ini ke sistem senjata existing yang memerlukan inovasi besar dalam sistem kontrol dan operasi di ruang angkasa.