Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bagaimana Stablecoin Besar Untung Besar tapi Pemegang Tokennya Tidak Dapat Bagi Hasil

Finansial
Mata Uang Kripto
YahooFinance YahooFinance
28 Sep 2025
46 dibaca
2 menit
Bagaimana Stablecoin Besar Untung Besar tapi Pemegang Tokennya Tidak Dapat Bagi Hasil

Rangkuman 15 Detik

Perusahaan penerbit stablecoin seperti Tether dan Circle mendapatkan keuntungan besar dari suku bunga tinggi saat ini.
Pengguna stablecoin semakin mengharapkan untuk mendapatkan bagian dari yield yang dihasilkan oleh aset yang mendukung token mereka.
Inovasi di pasar stablecoin seperti dana pasar uang ter-tokenisasi dapat memberikan solusi bagi pengguna yang ingin mendapatkan yield dari investasi mereka.
Stablecoin seperti Tether dan Circle sedang meraih keuntungan besar dari tingkat bunga tinggi yang berlaku di pasar saat ini karena mereka menginvestasikan dana cadangan mereka pada surat utang AS yang memberikan hasil tinggi. Namun, hal ini tidak diikuti dengan distribusi hasil keuntungan tersebut kepada pemegang stablecoin, sehingga para pengguna tidak mendapat imbal hasil dari aset digital yang mereka pegang. Tether berhasil mencatat laba bersih sebesar 4,9 miliar dolar AS pada kuartal kedua tahun ini. Valuasi perusahaan pun meningkat drastis, mencapai sekitar 500 miliar dolar AS setelah pendanaan terbaru. Tidak heran, para pemegang stablecoin mulai mempertanyakan mengapa mereka tidak ikut menikmati hasil dari investasi ini. Melihat tren ini, beberapa platform seperti M^0 dan Agora mulai merespon dengan menyediakan infrastruktur stablecoin baru yang memungkinkan hasil dari surat utang bisa dialirkan langsung ke aplikasi atau bahkan kepada pengguna akhir. Model seperti ini menawarkan cara baru agar stablecoin juga memberi imbal hasil langsung bagi pemegangnya. Circle juga mengakuisisi perusahaan Hashnote senilai 1,3 miliar dolar AS untuk mendukung tokenisasi dana pasar uang yang dapat menghasilkan yield di blockchain. Ini menjadi salah satu contoh strategi untuk menciptakan stablecoin dengan fitur yield yang bisa digunakan di ekosistem digital secara lebih luas. Namun, dari sisi regulator dan penerbit utama stablecoin seperti Tether, ada kekhawatiran bahwa stablecoin dengan yield akan mengubah karakter produk menjadi investasi dan menimbulkan risiko tambahan. Tether menilai USDT lebih sebagai 'dolar digital' yang membantu pengguna, terutama di negara dengan inflasi tinggi, sehingga pembagian yield bukan prioritas utama.

Analisis Ahli

Dan Reecer
Perusahaan stablecoin saat ini 'mencetak uang' dari suku bunga yang mereka hasilkan tanpa membagi hasil ke pengguna, dan ini tidak berkelanjutan.
Stephen Richardson
Pasar stablecoin berkembang ke arah penggunaan uang nyata untuk pembayaran lintas batas dan layanan valuta asing, membuka peluang inovasi finansial yang penting.