AI summary
GENIUS Act melarang stablecoin yang menghasilkan bunga, menciptakan celah untuk produk keuangan lainnya. Tokenized money market funds menawarkan alternatif untuk mendapatkan hasil dari aset riil. Produk DeFi baru muncul untuk menggabungkan stablecoin dan aset tokenized, meningkatkan akses bagi investor ritel. Di Amerika Serikat, penerapan GENIUS Act melarang penggunaan stablecoin yang menghasilkan bunga, sehingga menimbulkan tantangan baru bagi pengguna kripto yang ingin mendapatkan hasil investasi dari stablecoin mereka. Ini membuat banyak produk stablecoin muncul di kawasan abu-abu hukum, terutama bagi pengguna domestik AS.Sebagai alternatif, dana pasar uang ber-token (tokenized MMF) yang mendasarkan nilai pada obligasi pemerintah AS dan U.S. Treasury mulai populer karena dapat menghasilkan bunga nyata. Dana ini menggunakan teknologi blockchain untuk mempercepat dan memudahkan perpindahan aset tanpa harus melewati proses clearing sekuritas yang rumit.Franklin Templeton adalah pelopor dalam bidang ini dengan produk FOBXX, yang mengeluarkan Benji token senilai $1 USD per token, memberikan pilihan bagi investor untuk menerima dividen tunai atau mengalami pertumbuhan token secara langsung layaknya stablecoin rebasing. Token ini sangat ideal sebagai jaminan di dunia kripto menurut kepala aset digital mereka, Roger Bayston.Namun, tokenized MMF ini tergolong sebagai sekuritas yang memiliki kendala dalam penggunaannya pada protokol DeFi seperti stablecoin biasa. Untuk mengatasi limitasi tersebut, produk seperti RYT (Real Yield Token) yang diluncurkan oleh AlloyX menggabungkan kelebihan keduanya dengan memungkinkan token tokenized MMF dipakai sebagai jaminan pinjaman di DeFi dan memberikan hasil yang lebih besar dari sekadar stablecoin murni.Dengan semakin banyaknya berbagai aset tokenized yang tersedia dan munculnya pasar sekunder yang lebih terbuka, investor ritel kini berpeluang lebih besar untuk memanfaatkan pinjaman, peminjaman, dan leverage di dunia DeFi, yang sebelumnya didominasi oleh institusi besar, membawa kemajuan signifikan dalam inklusivitas layanan keuangan berbasis blockchain.
Larangan stablecoin berbunga memang mengekang inovasi di ruang pembayaran digital, tetapi justru membuka peluang bagi produk tokenized money market funds yang lebih transparan dan sesuai regulasi. Tren penggunaan produk hybrid seperti RYT akan menggeser cara investor ritel berinteraksi dengan DeFi, membawa likuiditas baru ke pasar ini.