BMKG Ingatkan Potensi Gempa Megathrust M8,8 di DIY: Waspada dan Siap Siaga
Sains
Iklim dan Lingkungan
26 Sep 2025
6 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kesiapsiagaan terhadap gempa bumi dan tsunami sangat penting bagi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Yogyakarta International Airport dirancang untuk menghadapi ancaman bencana alam, menjadi simbol kesiapsiagaan.
Program edukasi dan mitigasi bencana yang dilakukan oleh BMKG dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi terjadinya gempa bumi megathrust berkekuatan magnitudo 8,8 di selatan Jawa yang dapat memicu tsunami besar. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi fokus utama karena termasuk daerah yang rawan bencana dan sudah merasakan banyak kejadian gempa dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa ancaman bencana ini sangat nyata dan bisa terjadi secara tiba-tiba, sehingga masyarakat harus selalu memperkuat kesiapsiagaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembukaan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) di Kulon Progo yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan menghadapi gempa dan tsunami.
Kulon Progo dipilih sebagai wilayah strategis karena selain rawan bencana, juga menjadi pintu gerbang wisata utama Yogyakarta dengan keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA). Bandara ini dirancang khusus dengan fitur tahan gempa dan tsunami sehingga menjadi simbol kesiapsiagaan sekaligus contoh ketangguhan daerah terhadap bencana.
BMKG menjalankan berbagai program mitigasi seperti SLG, pelatihan Masyarakat Siaga Tsunami, dan kegiatan edukasi di 166 sekolah dengan lebih dari 20 ribu peserta. Enam desa di DIY telah diaktifkan sebagai Masyarakat Siaga Tsunami untuk lebih meningkatkan kesadaran dan kemampuan merespons bencana.
Selain itu, implementasi 12 indikator Tsunami Ready dari UNESCO-IOC harus segera diwujudkan di daerah pesisir. Ini mencakup pembangunan rambu evakuasi, peta bahaya tsunami, dan rencana kontinjensi yang jika berhasil diterapkan bisa membantu mewujudkan target zero victim dalam menghadapi bencana tsunami.
Analisis Ahli
Dwikorita Karnawati
SLG dan program mitigasi adalah bentuk nyata perlindungan negara terhadap masyarakat menghadapi bencana, sehingga kesiapsiagaan harus terus diperkuat di DIY.Ahmad Santosa (Pak Meteorologi Indonesia)
Pentingnya rambu evakuasi dan peta bahaya sebagai indikator tsunami ready akan sangat membantu mengurangi dampak korban saat tsunami terjadi.
