BMKG Ingatkan DIY Siaga Hadapi Gempa Megathrust dan Tsunami Besar
Sains
Iklim dan Lingkungan
28 Sep 2025
221 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kesiapsiagaan masyarakat sangat penting dalam menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami.
Yogyakarta International Airport menjadi contoh infrastruktur yang dirancang untuk menghadapi risiko bencana.
Edukasi dan pembentukan desa siaga tsunami merupakan langkah penting dalam mengurangi dampak bencana.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah salah satu wilayah yang rawan gempa bumi dan tsunami karena letaknya yang berhadapan dengan zona Megathrust di selatan Jawa. BMKG mencatat dalam 10 tahun terakhir ada banyak gempa dengan kekuatan di atas 5 yang dirasakan masyarakat DIY.
Potensi gempa megathrust di daerah ini bisa mencapai magnitudo 8,8 dan berisiko memicu tsunami besar yang sangat berbahaya. Hal ini membuat kesiapsiagaan masyarakat menjadi sangat penting, khususnya bagi yang tinggal di wilayah pesisir selatan DIY.
Pemerintah dan BMKG telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan, seperti program edukasi di sekolah, pembentukan desa siaga tsunami, dan Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami (SLG).
Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo juga dirancang khusus tahan gempa dan tsunami sebagai contoh infrastruktur yang siap menghadapi bencana besar. Ini menjadi simbol penting untuk meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat serta wisatawan.
Meskipun bencana tidak bisa dicegah, dampaknya bisa diminimalisir dengan kesiapan, pemahaman bahaya, dan respon cepat. Kesiapsiagaan harus senantiasa diperkuat agar masyarakat bisa menyelamatkan nyawa serta menjaga kelangsungan pembangunan dan pariwisata.
Analisis Ahli
Dwikorita Karnawati
Tekanan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sangat penting karena potensi gempa megathrust bisa menimbulkan bencana besar tanpa peringatan awal.

