Interpol dan 40 Negara Bersatu dalam Perang Melawan Kejahatan Crypto Dunia Maya
Teknologi
Keamanan Siber
25 Sep 2025
186 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Interpol berhasil menyita $439 juta dalam kejahatan siber melalui operasi HAECHI VI.
Kolaborasi internasional antara berbagai negara sangat penting untuk memerangi kejahatan siber yang semakin kompleks.
Kejahatan siber, terutama yang melibatkan cryptocurrency, semakin meningkat dan memerlukan inovasi dalam penegakan hukum.
Interpol memimpin operasi internasional yang melibatkan 40 negara untuk melawan kejahatan siber yang semakin canggih. Operasi ini, bernama HAECHI VI, berhasil menyita total 439 juta dolar AS hasil kejahatan dari berbagai modus seperti penipuan investasi, pencucian uang, dan penipuan e-commerce. Di dalamnya, ada 97 juta dolar AS berupa cryptocurrency dan aset fisik yang berhasil diamankan.
Selama operasi berlangsung dari April hingga Agustus, lebih dari 68.000 rekening bank diblokir dan hampir 400 dompet cryptocurrency dibekukan. Selain itu, 45 tersangka di Portugal juga ditangkap karena penipuan jaminan sosial yang merugikan 531 korban. Negara-negara lain yang terlibat antara lain Australia, Brasil, Kanada, Cina, dan banyak lagi, dengan pendanaan dari Korea Selatan.
Para ahli menilai operasi ini adalah bukti bahwa kerja sama lintas negara sangat penting dalam memberantas kejahatan dunia maya, terutama yang menggunakan aset digital. Operasi ini juga menunjukkan bagaimana teknologi dan jaringan intelijen saling terkait untuk mempercepat investigasi dan penindakan agar dana hasil kejahatan bisa dipulihkan.
Kejahatan siber yang melibatkan cryptocurrency mengalami peningkatan jumlah dan kompleksitas, sehingga memaksa lembaga penegak hukum di berbagai negara untuk berkolaborasi lebih intensif. Berbagai operasi sebelumnya, termasuk yang menangani jaringan pencucian uang besar asal Rusia, menunjukkan hasil positif dari metode penegakan hukum yang terkoordinasi secara internasional.
Para ahli memperingatkan bahwa kriminal semakin pintar memanfaatkan teknologi dan struktur bisnis yang rumit untuk menyembunyikan aliran dana ilegal. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan, alat, dan data yang memadai dari berbagai negara agar penegakan hukum mampu mengikuti perkembangan kejahatan digital dan mengurangi dampak negatifnya secara efektif.
Analisis Ahli
Ari Redbord
Menjelaskan bahwa sifat lintas batas dari cryptocurrency memaksa lembaga penegak hukum untuk berkolaborasi lebih erat karena tidak ada satu negara pun yang bisa melawan kejahatan ini sendirian.Phil Larratt
Menggarisbawahi pentingnya kerja sama internasional dan penggabungan intelijen antara pemerintah, regulator, dan sektor swasta untuk mengatasi kemampuan cepat para pelaku kejahatan dalam memanfaatkan inovasi digital.