AI summary
Stablecoin semakin diadopsi dan memerlukan infrastruktur blockchain yang lebih baik. PayPal, Circle, dan Tether mendukung pengembangan blockchain Layer 1 baru yang khusus untuk stablecoin. Gas fees yang menggunakan stablecoin sebagai token gas dapat mengurangi kompleksitas bagi pengguna. Transaksi stablecoin yang semakin banyak menimbulkan masalah bagi teknologi blockchain lama karena tidak mampu memproses transaksi dalam jumlah besar dengan biaya rendah dan cepat. Ethereum, yang merupakan salah satu blockchain terbesar, hanya mampu menangani sekitar 20 transaksi per detik, sehingga tidak cocok untuk penggunaan massal seperti sistem kartu pembayaran global.Beberapa proyek blockchain baru mulai muncul dengan menawarkan solusi khusus yaitu menggunakan stablecoin sebagai token gas, sehingga biaya transaksi lebih stabil dan pengguna lebih mudah karena tidak perlu memegang banyak jenis koin berbeda. Platform seperti Stable, Arc, dan Plasma sedang dikembangkan dengan dukungan dari perusahaan besar seperti PayPal, Circle, dan Tether.Stable, sebagai salah satu blockchain baru, dirancang untuk menggunakan USDT sebagai token gas sehingga transaksi menjadi lebih sederhana dan efisien. Platform ini juga mendapatkan investasi langsung dari PayPal Ventures, memperkuat hubungannya dengan jaringan stablecoin PayPal, PYUSD. Sementara itu, Circle mengembangkan Arc khusus untuk USDC dengan fitur kepatuhan regulasi yang kuat sehingga cocok untuk pengguna institusi.Blockchain lain seperti Plasma juga menggunakan stablecoin seperti USDT0 yang dapat dikunci dari berbagai jaringan, memungkinkan transaksi tanpa biaya bagi pengguna akhir. Namun, ada ketidakjelasan sejauh mana Tether secara langsung mengendalikan platform ini, dengan adanya kemungkinan transaksi yang lebih privat dan tak tersensor.Secara keseluruhan, munculnya blockchain Layer 1 baru yang terfokus pada stablecoin menunjukkan adaptasi pasar terhadap kebutuhan transaksi dengan volume tinggi dan stabilitas biaya yang lebih baik, sekaligus membuka peluang bagi integrasi stablecoin ke sistem pembayaran tradisional dengan dukungan institusi besar.
Kehadiran blockchain Layer 1 yang dioptimalkan untuk stablecoin adalah langkah inovatif yang dapat menyelesaikan bottleneck dalam infrastruktur blockchain saat ini. Namun, kompromi antara desentralisasi dan kepatuhan regulasi harus diperhatikan agar solusi ini tidak kehilangan nilai fundamental blockchain yang sebenarnya.