Arc: Blockchain Baru Circle untuk Stablecoin dengan Biaya Stabil dan Privasi
Finansial
Mata Uang Kripto
20 Sep 2025
138 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Arc dirancang untuk menyelesaikan tantangan infrastruktur yang dihadapi oleh stablecoin di tingkat institusi.
Biaya transaksi di Arc dibangun dengan model yang dapat diprediksi dan berbasis stablecoin.
Fitur privasi di Arc memungkinkan kepatuhan regulasi sambil menjaga kerahasiaan transaksi.
Circle, perusahaan di balik stablecoin USDC, memperkenalkan Arc, sebuah platform blockchain Layer-1 yang dirancang khusus untuk mendukung aplikasi berbasis stablecoin. Arc dibuat untuk mengatasi masalah infrastruktur seperti biaya transaksi yang tidak stabil, risiko reorganisasi rantai, kurangnya fitur privasi, dan likuiditas yang tersebar di banyak jaringan.
Arc menggunakan USDC sebagai mata uang gas agar penggunanya tidak perlu menghadapi volatilitas token selain stablecoin. Sistem pembayaran biaya di Arc didasarkan pada model EIP-1559 Ethereum yang disesuaikan dengan mekanisme rata-rata bergerak untuk menjaga biaya tetap rendah dan dapat diprediksi serta transaksi cepat dengan finalitas yang pasti.
Arc memiliki lapisan konsensus bernama Malachite yang merupakan mesin Byzantine Fault Tolerant (BFT) berdasarkan Tendermint dan beroperasi secara permissioned dengan fokus pada kepatuhan regulasi dan distribusi geografis validator. Rencana ke depan termasuk beralih ke sistem Proof-of-Stake permissioned yang lebih sesuai untuk kebutuhan institusi.
Fitur privasi yang modular pada Arc memungkinkan transaksi rahasia yang tetap sesuai dengan aturan regulasi melalui teknologi seperti encrypted mempools dan Trusted Execution Environments (TEEs). Pengguna institusi bisa membuka data transaksi secara selektif kepada otoritas pengawas menggunakan kunci akses khusus.
Arc dijadwalkan meluncurkan testnet publik pada musim gugur 2025 dan mainnet beta pada 2026. Dengan mengintegrasikan berbagai layanan seperti Mint, CCTP, dan Gateway, Circle berharap Arc dapat menjadi infrastruktur utama dan stabil untuk stablecoin, memperkuat penggunaan USDC pada ekosistem multichain yang lebih luas.
Analisis Ahli
Andreas Antonopoulos
Arc mungkin bisa merevolusi penggunaan stablecoin dengan biaya yang dapat diprediksi dan transaksi final yang cepat, tetapi harus diwaspadai bahwa membangun jaringan permissioned berisiko mengurangi desentralisasi yang selama ini menjadi nilai utama blockchain.Elizabeth Stark
Arc menunjukkan bahwa ada kebutuhan nyata untuk blockchain yang memenuhi persyaratan compliance dan efisiensi untuk institusi besar, dan penggunaan USDC sebagai gas fee adalah langkah strategis yang cerdas untuk menjembatani aset digital dan dunia keuangan tradisional.