Persaingan Ketat Stablecoin: Tether dan Circle Hadapi Tantangan Baru Pasar 2025
Finansial
Mata Uang Kripto
14 Okt 2025
293 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Persaingan di pasar stablecoin semakin intensif dengan munculnya pemain baru yang menawarkan nilai tambah.
Regulasi baru dapat secara signifikan mempengaruhi model bisnis stablecoin yang ada.
Adaptasi dan kolaborasi dengan pihak ketiga menjadi kunci bagi Tether dan Circle untuk mempertahankan dominasi mereka.
Tether dan Circle telah lama menguasai pasar stablecoin dengan menguasai lebih dari 80% nilai pasar global, berkat dukungan bursa besar dan posisi awal mereka. Namun, kini muncul tanda-tanda persaingan yang semakin ketat, terutama karena kehadiran stablecoin baru yang menawarkan fitur menarik seperti pembayaran yield dan kemudahan akses pengguna. Regulasi di Eropa dan Amerika Serikat pun mulai membatasi praktik yang dulunya menguntungkan para pemilik stablecoin, termasuk pembatasan pembayaran bunga.
Sejumlah stablecoin baru seperti USDG, USDe, dan USDH telah berhasil memanfaatkan peluang dengan mengintegrasikan produk mereka ke platform besar seperti Binance, Bybit, dan Hyperliquid. Hal ini memungkinkan pengguna tidak hanya menyimpan stablecoin, tetapi juga mendapatkan penghasilan pasif dari holding mereka. Pertumbuhan ini berhasil memperlemah pangsa pasar Tether dan Circle, meskipun mereka masih tetap pemain utama di pasar stablecoin global.
Regulasi Uni Eropa dengan MiCA dan regulasi calon di Amerika Serikat lewat GENIUS Act membawa dampak besar. Tether memilih tidak mematuhi MiCA dan mengalami delisting di beberapa bursa Eropa, sementara Circle berusaha menyesuaikan diri dengan ketentuan yang melarang pembayaran bunga di wilayah tersebut. Tether pun meluncurkan USA₮ sebagai stablecoin yang sesuai dengan standar AS, menandakan adaptasi mereka terhadap regulasi yang semakin ketat.
Selain tantangan dari regulasi, Tether dan Circle juga menghadapi kompetisi dari institusi keuangan besar dan perusahaan fintech seperti Bank of America, Citigroup, JPMorgan Chase, PayPal, dan Robinhood yang tengah menyiapkan stablecoin sendiri. Masuknya pemain-pemain besar ini menandakan bahwa pasar stablecoin akan makin kompleks dan penuh fragmentasi, dimana inovasi teknologi dan kemitraan strategis akan jadi kunci kemenangan.
Kedepannya, dominasi pasar stablecoin tidak lagi hanya soal skala dan waktu hadir pertama. Keberhasilan akan tergantung pada kemampuan beradaptasi yang tinggi, termasuk menyesuaikan produk dengan regulasi baru, menawarkan fitur yang relevan bagi pengguna, dan memanfaatkan teknologi terkini. Pasar stablecoin yang semakin matang akan menjadi arena kompetitif di mana inovasi dan integrasi menjadi faktor kunci untuk mempertahankan atau merebut pangsa pasar.
Analisis Ahli
Caitlin Long
Dominasi stablecoin terbesar saat ini adalah hasil dari sejarah dan kemitraan dengan bursa besar; namun era baru akan menuntut kepatuhan regulasi dan inovasi berkelanjutan agar tetap relevan.Robert Leshner
Pengguna kini mencari nilai lebih dari stablecoin, seperti yield dan interoperabilitas yang mudah; proyek yang bisa menjawab kebutuhan ini akan menantang incumbents.Neha Narula
Teknologi blockchain dan kebijakan global yang berubah cepat memaksa stablecoin mapan untuk beradaptasi atau menghadapi disrupsi dari pesaing dengan model bisnis yang lebih fleksibel.