Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Stablecoin Won Korea: Kedaulatan Moneter vs Batasan Globalisasi Digital

Finansial
Mata Uang Kripto
YahooFinance YahooFinance
24 Sep 2025
4 dibaca
2 menit
Stablecoin Won Korea: Kedaulatan Moneter vs Batasan Globalisasi Digital

Rangkuman 15 Detik

Stablecoin lokal di Asia terhambat oleh pengendalian modal, membatasi potensi mereka untuk sirkulasi global.
Dolar Hong Kong adalah satu-satunya mata uang di Asia yang dapat bersaing secara internasional.
Legislasi untuk melegalkan stablecoin di Korea menunjukkan upaya untuk mempertahankan kedaulatan moneter.
Di tengah persiapan Korea Blockchain Week, stablecoin yang dikaitkan dengan Won Korea menjadi topik hangat. Para pembuat kebijakan di Korea Selatan ingin menggunakan stablecoin ini sebagai alat menjaga kedaulatan moneter negara dari pengaruh dolar AS yang sangat dominan di pasar global. Namun, upaya ini tidak bertujuan untuk mendunia karena peraturan ketat yang menghalangi peredaran Won di luar negeri. Korea Selatan memberlakukan aturan kontrol modal ketat sejak krisis keuangan Asia 1997 untuk mencegah pelarian modal. Aturan ini menyebabkan stablecoin Won tidak bisa berfungsi secara internasional. Pembuat undang-undang di Korea dengan jelas menyatakan bahwa stablecoin Won hanya akan beredar dalam negeri untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan ekonomi. Paradoks terjadi karena pembatasan ini justru memperkuat dominasi stablecoin berbasis dolar AS seperti USDT dan USDC yang digunakan di berbagai wilayah termasuk Amerika Selatan. Sedangkan di Asia, hampir semua mata uang lokal menghadapi pembatasan serupa, kecuali Hong Kong yang memiliki keadaan khusus dengan mata uang Dollar Hong Kong yang bebas konvertibel dan dipatok ke dolar AS. Mata uang Hong Kong dengan kebijakan nilai tukar tetap dan cadangan besar membuatnya unik dan mampu menjadi stablecoin yang benar-benar bisa beredar secara global. Ini sekaligus menjadi contoh bagaimana perlakuan regulasi menentukan kemampuan stablecoin suatu mata uang untuk bertahan dan bersaing di pasar internasional. Tanpa pelonggaran kontrol modal atau penciptaan zona khusus yang memungkinkan peredaran bebas, stablecoin Won akan terus terbatas hanya sebagai alat domestik. Ini membatasi potensinya untuk menjembatani kebijakan domestik dengan kebutuhan likuiditas global, suatu kondisi yang sulit dihindari tanpa perubahan kebijakan besar di masa depan.

Analisis Ahli

Nouriel Roubini
Kontrol modal yang ketat memang dapat melindungi stabilitas keuangan dalam jangka pendek, tapi menghambat inovasi dan integrasi pasar dalam dunia digital yang semakin globalized.
Christine Lagarde
Pengembangan stablecoin lokal harus seimbang antara perlindungan kedaulatan dan kebutuhan akses internasional agar bisa berkontribusi maksimal terhadap sistem keuangan masa depan.