Korea Selatan Siapkan Aturan Baru untuk Stablecoin dan Gandeng Tether, Circle
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
21 Agt 2025
91 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Korea Selatan sedang mengembangkan kerangka hukum untuk stablecoin.
Perusahaan-perusahaan keuangan besar di Korea Selatan berkolaborasi dengan perusahaan stablecoin internasional.
Kakao bersiap meluncurkan stablecoin yang mendukung won Korea sebagai bagian dari inovasi di sektor keuangan.
Pemerintah Korea Selatan bersiap meluncurkan kerangka hukum baru yang mengatur stablecoin pada bulan Oktober, menandai langkah penting untuk mengintegrasikan mata uang digital ke dalam sistem keuangan mereka. Eksekutif dari bank-bank besar serta perusahaan teknologi akan bertemu dengan perusahaan stablecoin global untuk mendiskusikan masa depan stablecoin di negara ini.
Pertemuan ini akan membahas berbagai hal, termasuk distribusi stablecoin yang di-pegged dengan dolar AS serta kemungkinan penerbitan stablecoin yang didukung oleh mata uang resmi Korea, won. Bank-bank besar Korea seperti Shinhan, Hana, KB, dan Woori ikut serta dalam pembicaraan bersama perusahaan Tether dan Circle.
Di sisi lain, negara ini memiliki regulasi yang cukup ketat terhadap cryptocurrency, membatasi perdagangan derivatif dan leverage, serta dominasinya pasar yang masih sangat lokal. Meskipun demikian, Presiden saat ini memberikan dukungan terbuka terhadap perkembangan crypto, seperti legalisasi Bitcoin ETF dan penguatan pengawasan KYC dan AML.
Parpol di Korea saat ini berpandangan berbeda soal regulasi stablecoin, dengan oposisi mengusulkan pembatasan modal dan pengaturan penggunaan stablecoin yang menghasilkan bunga. Selain itu, bank sentral Korea juga mempertimbangkan penggunaan blockchain publik agar deposi digital mereka dapat berdampingan dengan stablecoin yang dikeluarkan swasta.
Sementara itu, perusahaan teknologi besar seperti Kakao sudah mulai mempersiapkan stablecoin yang dipatok dengan won, menunjukkan bahwa perusahaan lokal juga bersemangat memasuki pasar stablecoin yang sedang berkembang, yang dapat memicu kompetisi maupun kolaborasi dengan perusahaan global di masa depan.
Analisis Ahli
Rajiv Sawhney
Ini menjadi perkembangan menarik di tengah regulasi ketat Korea terhadap crypto, karena kolaborasi ini membuka peluang bagi stablecoin untuk beradaptasi dan bertahan di pasar domestik yang sangat terkontrol.