Regulator China Minta Broker Hentikan Tokenisasi Aset Real di Hong Kong
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
22 Sep 2025
171 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Regulasi ketat dari CSRC menunjukkan kekhawatiran Beijing terhadap pasar aset digital yang berkembang.
Hong Kong sedang berupaya untuk menjadi pusat aset digital meskipun ada batasan dari pemerintah China.
Perusahaan-perusahaan China berusaha untuk memanfaatkan peluang di pasar RWA meskipun menghadapi tantangan regulasi.
Regulator sekuritas China, CSRC, mengeluarkan arahan bagi beberapa broker lokal agar menghentikan bisnis tokenisasi aset dunia nyata di Hong Kong. Perintah informal ini diberikan karena Beijing khawatir akan risiko tinggi dan euforia pasar digital yang berkembang pesat di luar negeri tapi belum ada pengawasan ketat.
Tokenisasi aset dunia nyata biasanya mengubah aset seperti saham, obligasi, dan bahkan properti menjadi token digital berbasis blockchain. Beberapa broker besar China dan perusahaan mulai menawarkan produk tokenisasi tersebut di Hong Kong sebagai upaya memanfaatkan pasar aset digital yang tengah berkembang.
Hong Kong sendiri sedang aktif mengembangkan ekosistem aset digital, termasuk stablecoin dan aset token. Banyak perusahaan yang sudah menunjukkan minat dan mencoba mendapatkan izin usaha di bidang ini, sementara regulator lokal masih melakukan kajian hukum lebih dalam tentang tokenisasi RWA.
Namun, China sudah sejak 2021 melarang perdagangan dan penambangan cryptocurrency karena kekhawatiran terkait stabilitas sistem keuangan. Regulasi baru ini juga merupakan upaya untuk membatasi riset dan promosi terkait stablecoin di daratan China yang dinilai dapat memicu ledakan minat dan risiko bagi investor domestik.
Para pelaku pasar dan pengamat memperkirakan regulasi ini akan membuat pertumbuhan bisnis RWA di Hong Kong jadi lebih terkontrol dan berhati-hati. Sementara itu, Hong Kong masih berupaya menjadi pusat inovasi aset digital di Asia, tetapi harus menyesuaikan diri dengan regulasi ketat dari China.
Analisis Ahli
Chris Burniske
Sebagai penulis dan ahli blockchain, saya melihat pengawasan ketat ini penting untuk mencegah gelembung spekulasi namun juga harus diimbangi agar inovasi tokenisasi bisa berkembang sejalan dengan perlindungan konsumen.Jihan Wu
Pendiri perusahaan mining bitcoin, saya menganggap larangan ini sebagai refleksi ketakutan pemerintah terhadap kehilangan kendali atas aset digital, padahal inovasi semacam tokenisasi dapat membawa efisiensi besar jika diatur dengan benar.