TikTok di Amerika: Kesepakatan Baru untuk Pemilik dan Kontrol Lokal Disetujui
Teknologi
Keamanan Siber
22 Sep 2025
83 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kesepakatan TikTok melibatkan peralihan aset ke investor AS untuk meningkatkan keamanan data.
Presiden Trump mengumumkan bahwa beberapa pengusaha terkenal akan berinvestasi dalam TikTok.
Algoritma TikTok akan dioperasikan di luar kendali ByteDance untuk melindungi privasi pengguna di AS.
Pada akhir pembicaraan berdurasi panjang antara Amerika Serikat dan China, terdapat kemajuan signifikan terkait masa depan TikTok di AS. Presiden Donald Trump diperkirakan akan menandatangani perintah eksekutif yang memungkinkan aplikasi video pendek populer ini tetap beroperasi di AS dengan kepemilikan yang sebagian besar dipegang oleh investor Amerika.
Kesepakatan ini direncanakan agar TikTok di AS tidak hanya dimiliki oleh perusahaan lokal, tetapi juga dikelola oleh sebuah dewan yang berfokus pada keamanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut bebas dari kontrol ByteDance, perusahaan induk asal China, terutama untuk menjaga keamanan data dan algoritmanya.
Selain memastikan kepemilikan dan pengelolaan lokal, kesepakatan tersebut juga menuntut agar algoritma TikTok yang menentukan konten yang muncul sudah diamankan, dilatih ulang, dan dioperasikan sepenuhnya di wilayah AS. Ini merupakan upaya untuk menghindari pengaruh asing yang bisa mengancam keamanan nasional.
Beberapa tokoh bisnis besar dari Amerika telah dikabarkan akan terlibat langsung dalam kesepakatan ini, seperti Lachlan Murdoch, Larry Ellison, dan Michael Dell. Keterlibatan mereka diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas dan pertumbuhan TikTok di pasar AS yang sangat besar.
Keseluruhan pengaturan ini bukan hanya soal bisnis semata, tetapi mencerminkan ketegangan yang sedang terjadi antara AS dan China dalam bidang teknologi dan perdagangan. Dengan kesepakatan baru ini, TikTok dapat terus melayani para pengguna di AS dengan risiko keamanan yang lebih minimal.
Analisis Ahli
Andreas Kaplan (Profesor Pemasaran dan Media Digital)
Langkah AS untuk mengendalikan TikTok adalah refleksi dari ketegangan geopolitik yang kini merambah teknologi. Meskipun solusi ini bisa mengurangi risiko keamanan, dampaknya terhadap inovasi dan pengalaman pengguna juga layak dipertimbangkan lebih jauh.
