AS dan China Sepakati Kerangka Divestasi TikTok untuk Hindari Larangan
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
15 Sep 2025
114 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kesepakatan divestasi TikTok melibatkan perubahan kepemilikan ke pihak AS.
Negosiasi antara AS dan China terkait TikTok telah berlangsung lama dan rumit.
Keputusan Trump dan pertemuan dengan Xi Jinping akan menentukan masa depan TikTok di AS.
TikTok, aplikasi media sosial populer, menghadapi ancaman pelarangan di Amerika Serikat karena kekhawatiran pemerintah AS terhadap pengaruh perusahaan induknya, ByteDance, yang berasal dari China. Untuk menghindari larangan tersebut, pemerintah AS menetapkan aturan agar TikTok harus beralih kepemilikan ke perusahaan yang dikendalikan oleh pihak AS.
Setelah beberapa bulan negosiasi yang penuh tantangan, Amerika Serikat dan China dilaporkan telah mencapai kesepakatan kerangka kerja yang memungkinkan divestasi TikTok dari ByteDance. Pengalihan ini akan memastikan bahwa kendali atas TikTok berada di tangan pengusaha atau investor asal AS, memberikan rasa aman terkait data pengguna Amerika.
Pejabat tinggi AS, termasuk Sekretaris Keuangan Scott Bessent, menyatakan bahwa kesepakatan ini hampir selesai dan hanya menunggu konfirmasi dari Presiden Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping. Kesepakatan ini akan diumumkan tidak lama setelah tenggat waktu terakhir yang diberikan kepada TikTok untuk menjual operasinya di AS.
Selain itu, TikTok dikabarkan tengah mengembangkan versi baru aplikasi dengan algoritma yang hanya memproses data pengguna dari Amerika Serikat. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan memenuhi kekhawatiran pemerintah AS terhadap pengaruh dan kontrol data oleh China.
Investor besar seperti Oracle, Susquehanna International Group, dan Andreessen Horowitz disebut-sebut akan menjadi pihak yang mengambil alih pengelolaan TikTok di Amerika Serikat, sementara ByteDance akan tetap memiliki sebagian kecil saham. Kesepakatan ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan TikTok di pasar AS dan menstabilkan hubungan teknologi antara kedua negara.
Analisis Ahli
Kara Swisher
Kesepakatan ini merupakan kompromi penting antara kepentingan nasional dan pasar teknologi global, tetapi pengawasan regulasi harus ditingkatkan untuk memastikan keamanan data pengguna.Ian Bremmer
Langkah ini menandai babak baru dalam perang dingin teknologi antara AS dan China, dengan fokus pada kontrol data dan kepemilikan teknologi sebagai senjata strategi geopolitik.

