Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Dampak Kebijakan Visa AS Baru Terhadap Industri Teknologi India

Teknologi
Pengembangan Software
News Publisher
22 Sep 2025
2553 dibaca
2 menit
Dampak Kebijakan Visa AS Baru Terhadap Industri Teknologi India

TLDR

Kebijakan visa baru dapat mengubah dinamika industri teknologi India dan AS.
Perusahaan-perusahaan teknologi India harus beradaptasi dengan model bisnis yang baru.
Industri TI menghadapi tantangan dalam mempertahankan akses ke tenaga kerja terampil akibat biaya visa yang tinggi.
Kebijakan baru Presiden Donald Trump yang memberlakukan biaya US$100.000 untuk visa kerja H-1B mulai September 2025 mengancam industri teknologi India. Sektor ini selama puluhan tahun mengandalkan visa H-1B untuk memutar tenaga kerja ke proyek-proyek di Amerika Serikat yang merupakan pasar utama mereka.Sekitar 57% pendapatan industri teknologi India berasal dari pasar AS. India adalah penerima terbesar visa H-1B dengan porsi 71% dari total pemegang visa tersebut tahun lalu. Perusahaan teknologi besar seperti Tata Consultancy Services, Infosys, dan Wipro sangat bergantung pada tenaga kerja yang dipindahkan melalui program visa ini.Kebijakan baru memaksa perusahaan untuk menghentikan rotasi tenaga kerja onshore dan mengalihkan lebih banyak pekerjaan ke layanan offshore. Selain itu, perusahaan juga semakin meningkatkan rekrutmen tenaga kerja lokal AS dan pemegang green card untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing.Asosiasi TI India, Nasscom, dan para ekonom menilai kebijakan ini akan dapat menggangu ekosistem inovasi di AS dan bisa merusak model bisnis yang sudah berjalan. Namun, beberapa analis justru melihat peluang pertumbuhan global capability centres di berbagai negara termasuk India yang dapat menciptakan jutaan lapangan kerja baru.Perubahan ini memperlihatkan pergeseran tatanan ekonomi jasa global dan menandai semakin ketatnya persaingan dan proteksionisme dalam industri teknologi secara internasional yang memaksa perusahaan menyesuaikan strategi bisnis dan rantai pasokan mereka.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.