AS Akan Kendalikan Algoritma TikTok Demi Lindungi Data dan Privasi Warga
Teknologi
Keamanan Siber
21 Sep 2025
137 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kesepakatan mengenai TikTok hampir tercapai dengan kontrol algoritma di tangan perusahaan AS.
Oracle akan berperan penting dalam memastikan keamanan data pengguna TikTok di Amerika.
Dukungan publik untuk larangan TikTok di AS menunjukkan penurunan, mencerminkan perubahan persepsi terhadap aplikasi tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat kini berada dalam tahap akhir negosiasi untuk memastikan bahwa algoritma TikTok, aplikasi video populer yang dimiliki oleh perusahaan asal Tiongkok ByteDance, akan berada di bawah kendali perusahaan-perusahaan Amerika. Hal ini dilakukan untuk melindungi data dan privasi warga AS dari potensi risiko pengaruh asing.
Oracle, sebuah perusahaan teknologi besar dari AS, akan memegang tanggung jawab penuh atas keamanan data dan sistem TikTok di Amerika. Selain itu, tujuh kursi dewan pengawas akan dibentuk untuk mengawasi operasional TikTok di AS, dengan enam posisi diisi oleh warga Amerika.
Kesepakatan penting ini muncul setelah pembicaraan telepon yang panjang antara Presiden Amerika Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Presiden Trump mengatakan bahwa pembicaraan tersebut berjalan baik dan ia yakin kesepakatan segera selesai dan ditandatangani.
Meski resmi belum dirilis semua detail, perubahan kontrol ini diharapkan dapat membuat TikTok terus beroperasi di AS tanpa risiko pelarangan total, terutama setelah sebelumnya Undang-Undang mengancam pelarangan aplikasi ini jika tidak ada penyesuaian. Masyarakat AS sendiri kini mulai menunjukkan sikap yang lebih tenang terkait keberadaan TikTok, dengan dukungan pelarangan yang menurun.
Walaupun ada kemajuan, masih ada sejumlah pertanyaan tentang sejauh mana China bersedia melepas kendali atas TikTok dan bagaimana pengawasan di AS akan berjalan, mengingat algoritma aplikasi ini sangat penting dan sensitif karena memengaruhi konten yang dilihat pengguna.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Pengendalian algoritma oleh entitas Amerika dapat mengurangi risiko manipulasi data, tetapi pengawasan konstan tetap diperlukan untuk memastikan transparansi dan keamanan.Shoshana Zuboff
Kesepakatan ini mencerminkan konflik antara privasi individu dan kekuasaan perusahaan teknologi besar, serta pengaruh geopolitik dalam teknologi digital.

