Kontroversi Kepemilikan TikTok AS: ByteDance Masih Pegang Kendali Besar
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
29 Sep 2025
267 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kesepakatan TikTok di AS melibatkan peralihan kendali data dan algoritma kepada entitas baru.
ByteDance akan tetap memiliki bagian dari operasional TikTok meskipun ada perubahan kepemilikan.
Pengawasan dari Kongres diharapkan untuk memastikan kesepakatan ini sesuai dengan regulasi yang ada.
Pemerintah Amerika Serikat pada akhir 2025 membuat langkah besar dengan mewajibkan penjualan operasi TikTok di negara tersebut yang awalnya dimiliki oleh ByteDance, perusahaan asal China. Keputusan ini merupakan respons terhadap kekhawatiran keamanan nasional terkait data pengguna TikTok di Amerika Serikat.
JD Vance mengungkapkan bahwa valuasi perusahaan baru pengelola TikTok di AS mencapai 14 miliar dolar AS atau setara dengan 233 triliun rupiah. Namun, ByteDance tetap memiliki peranan penting dalam pengelolaan layanan tersebut, khususnya dalam pengambilan keputusan terkait data, konten, dan algoritma aplikasi TikTok di AS.
Kesepakatan awal menyatakan bahwa konsorsium investor seperti Oracle dan Silver Lake akan menjadi pemilik utama TikTok di Amerika Serikat. Tetapi ByteDance akan menjadi pemegang saham minoritas terbesar dalam usaha patungan yang akan menjalankan backend TikTok di AS dan juga memiliki divisi yang menjalankan bisnis seperti e-commerce dan periklanan.
Kongres Amerika Serikat yang dipimpin oleh tokoh seperti John Moolenaar akan mengawasi kesepakatan ini secara ketat. Mereka ingin memastikan tidak ada hubungan operasional yang erat antara ByteDance dan entitas baru, terutama dalam algoritma rekomendasi yang berpengaruh besar terhadap konten yang dilihat pengguna aplikasi.
Situasi ini masih berkembang, dan struktur akhir TikTok di AS mungkin berubah seiring proses negosiasi dan pengawasan pihak berwenang. Perdebatan ini juga penting karena TikTok memiliki pengguna sangat banyak di AS, termasuk tokoh politik seperti Donald Trump yang menggunakan aplikasi tersebut untuk berkomunikasi dengan pemilih muda.
Analisis Ahli
John Moolenaar
Kesepakatan harus menghalangi hubungan operasional antara entitas baru dan ByteDance untuk melindungi keamanan nasional AS. Kerja sama dalam algoritma rekomendasi harus dilarang agar tidak ada pengaruh asing dalam konten yang sampai ke pengguna AS.

