AI summary
Kesepakatan antara TikTok dan investor AS mengurangi pengaruh ByteDance. Data pengguna Amerika akan disimpan di infrastruktur Oracle, meningkatkan keamanan data. Kedutaan Besar Tiongkok mendukung hasil negosiasi yang memperhatikan kepentingan kedua belah pihak. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan menandatangani perintah eksekutif untuk mengesahkan kesepakatan pelepasan operasi TikTok di AS dari perusahaan asal China, ByteDance. Kesepakatan ini dibuat agar TikTok bisa terus beroperasi di AS tanpa diblokir, sambil memenuhi aturan hukum yang ditetapkan pemerintah.Dalam kesepakatan tersebut, ByteDance hanya akan memiliki kurang dari 20% saham TikTok di AS. Kendali utama akan diambil oleh perusahaan-perusahaan Amerika dan beberapa investor baru, termasuk perusahaan besar seperti Oracle dan Silver Lake.Selain itu, ada rumor bahwa tokoh terkenal lain seperti Lachlan Murdoch, Larry Ellison, dan Michael Dell juga akan ikut sebagai investor. Kesepakatan ini mewajibkan seluruh data pengguna TikTok di AS untuk disimpan di infrastruktur cloud milik Oracle demi menjaga keamanan data pengguna.Pemerintah AS tidak akan memiliki kursi di dewan direksi TikTok AS dan belum menentukan apakah akan menerima bayaran sebagai syarat persetujuan. Kongres sempat menetapkan jika ByteDance gagal melepas asetnya di AS, TikTok harus ditutup pada Januari 2025, namun penundaan diberikan hingga Desember 2025 untuk menuntaskan kesepakatan.Perkembangan ini adalah terobosan penting setelah berbulan-bulan ketegangan dagang antara AS dan China. Kesepakatan tersebut menunjukkan usaha gabungan untuk menyelesaikan masalah keamanan dan kepemilikan yang rumit sambil menjaga akses pasar teknologi besar di kedua negara.
Kesepakatan ini menandai strategi diplomasi dan ekonomi AS yang cukup cermat dalam mengatur perusahaan teknologi asing agar tetap beroperasi di AS tanpa mengorbankan keamanan nasional. Namun, pengawasan dan kepatuhan jangka panjang akan menjadi kunci penting untuk mencegah potensi risiko keamanan yang mungkin muncul.