Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trump Setujui Kesepakatan TikTok AS, Saham ByteDance Menurun

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
23 Sep 2025
202 dibaca
2 menit
Trump Setujui Kesepakatan TikTok AS, Saham ByteDance Menurun

Rangkuman 15 Detik

Kesepakatan antara TikTok dan investor AS mengurangi pengaruh ByteDance.
Data pengguna Amerika akan disimpan di infrastruktur Oracle, meningkatkan keamanan data.
Kedutaan Besar Tiongkok mendukung hasil negosiasi yang memperhatikan kepentingan kedua belah pihak.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan menandatangani perintah eksekutif untuk mengesahkan kesepakatan pelepasan operasi TikTok di AS dari perusahaan asal China, ByteDance. Kesepakatan ini dibuat agar TikTok bisa terus beroperasi di AS tanpa diblokir, sambil memenuhi aturan hukum yang ditetapkan pemerintah. Dalam kesepakatan tersebut, ByteDance hanya akan memiliki kurang dari 20% saham TikTok di AS. Kendali utama akan diambil oleh perusahaan-perusahaan Amerika dan beberapa investor baru, termasuk perusahaan besar seperti Oracle dan Silver Lake. Selain itu, ada rumor bahwa tokoh terkenal lain seperti Lachlan Murdoch, Larry Ellison, dan Michael Dell juga akan ikut sebagai investor. Kesepakatan ini mewajibkan seluruh data pengguna TikTok di AS untuk disimpan di infrastruktur cloud milik Oracle demi menjaga keamanan data pengguna. Pemerintah AS tidak akan memiliki kursi di dewan direksi TikTok AS dan belum menentukan apakah akan menerima bayaran sebagai syarat persetujuan. Kongres sempat menetapkan jika ByteDance gagal melepas asetnya di AS, TikTok harus ditutup pada Januari 2025, namun penundaan diberikan hingga Desember 2025 untuk menuntaskan kesepakatan. Perkembangan ini adalah terobosan penting setelah berbulan-bulan ketegangan dagang antara AS dan China. Kesepakatan tersebut menunjukkan usaha gabungan untuk menyelesaikan masalah keamanan dan kepemilikan yang rumit sambil menjaga akses pasar teknologi besar di kedua negara.

Analisis Ahli

Andrei Iancu (mantan Direktur USPTO)
Langkah ini menunjukkan bagaimana pemerintah AS mencoba menggabungkan pendekatan regulasi dengan pasar untuk menyelesaikan masalah akses teknologi asing sambil menjaga keamanan nasional.
Rohit Chopra (Ketua Consumer Financial Protection Bureau)
Keamanan data pribadi pengguna harus menjadi prioritas utama, dan kontrol yang ketat atas data TikTok adalah langkah yang tepat dan harus dievaluasi dengan terus menerus.