Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Menghadapi Zona Kritis Antara Rp 1.77 miliar ($106,000) dan Rp 1.97 miliar ($118,000) , Apa Berikutnya?

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (6mo ago) cryptocurrency (6mo ago)
20 Sep 2025
188 dibaca
2 menit
Bitcoin Menghadapi Zona Kritis Antara Rp 1.77 miliar ($106,000) dan Rp 1.97 miliar ($118,000) , Apa Berikutnya?

Rangkuman 15 Detik

Bitcoin berada di titik kritis dengan resistensi di $118,000 dan support di $106,000.
Likuiditas yang menurun dapat menyebabkan pergerakan harga sideways dan meningkatkan risiko penurunan.
Analisis teknis dan indikator saat ini menunjukkan ketidakpastian pasar menjelang periode halving yang akan datang.
Bitcoin saat ini sedang mengalami perlambatan harga setelah rally yang terjadi pasca-FOMC, dengan harga yang bergerak mendekati angka 116.000 dollar AS. Para trader memperhatikan level likuiditas sebagai petunjuk utama untuk menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya, mengingat volume spot yang melemah. Menurut analisis teknikal oleh Kevin, Bitcoin sedang mencoba membentuk pola cup-and-handle di grafik 4 jam, tetapi momentum harga terhenti di dekat angka 118.000 dollar, sedikit di bawah level Fibonacci 0.786 yang penting di 118.300 dollar. Hal ini menandakan adanya tekanan jual yang menghambat kenaikan lebih lanjut. Zona harga antara 106.000 hingga 118.300 dollar menjadi area kunci untuk Bitcoin saat ini. Jika harga mampu menembus ke atas zona 118.300, maka potensi kenaikan menuju 120.000 hingga 125.000 dollar terbuka. Namun, jika harga turun menembus batas bawah di 106.000, risiko penurunan ke rentang 104.000 sampai 100.000 dollar harus diwaspadai. Performa Bitcoin selama bulan September ini lebih kuat dibanding rata-rata historis, tetapi kondisi likuiditas yang menurun dan pola channel yang naik secara berombak menimbulkan kekhawatiran bahwa pasar mungkin berada di titik kritis. Beberapa analis termasuk Castillo Trading dan Altcoin Sherpa juga memperingatkan bahwa pasar masih bergerak lambat dan perlu pengujian lebih lanjut untuk memastikan kekuatan tren. Meski Bitcoin naik 24% sepanjang tahun dengan indikator yang belum menunjukkan tanda-tanda puncak siklus, berdasarkan siklus halving prediksi puncak seharusnya terjadi pada Oktober atau November mendatang. Oleh karena itu trader harus tetap waspada dan siap melakukan rebalancing jika harga mulai menunjukkan tanda akselerasi ke downside.

Analisis Ahli

Kevin
Bitcoin naik 24% tahun ini tanpa tanda-tanda puncak siklus dan puncak diperkirakan akan terjadi sekitar Oktober-November berdasarkan siklus halving, namun indikator saat ini belum mendukung puncak tersebut.