Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Apakah Bitcoin Akan Turun Di Bawah Rp 1.67 juta ($100.000) Sebelum Mencapai Rekor Baru?

Finansial
Mata Uang Kripto
YahooFinance YahooFinance
26 Sep 2025
223 dibaca
2 menit
Apakah Bitcoin Akan Turun Di Bawah Rp 1.67 juta ($100.000) Sebelum Mencapai Rekor Baru?

Rangkuman 15 Detik

Bitcoin saat ini berada di bawah $110,000 dan ada kekhawatiran tentang potensi penurunan di bawah $100,000.
Trader mencatat likuidasi besar yang menunjukkan tekanan bearish di pasar.
BlackRock meluncurkan produk ETF baru yang dapat memberikan yield bagi pemegang Bitcoin.
Bitcoin saat ini sedang berada di titik penting dalam pergerakannya, dengan harga yang berusaha bertahan di bawah angka Rp 1.84 juta ($110.000) . Para trader memperdebatkan apakah level dukungan saat ini akan kuat atau harga Bitcoin akan turun di bawah Rp 1.67 juta ($100.000) dalam waktu dekat. Ini menjadi sorotan karena penurunan tersebut bukan hanya angka, tetapi berkaitan dengan kondisi siklus pasar dan sentimen investor secara global. Posisi trader terkenal seperti Bob Loukas mengamati bahwa Bitcoin sedang menuju Weekly Cycle Low setelah mencapai puncaknya lima minggu lalu di sekitar Rp 1.97 juta ($118.000) . Meskipun harga gagal menembus rekor tertinggi pada Agustus, Loukas tetap optimis soal siklus 4 tahun yang biasanya diikuti oleh Bitcoin, dimana altcoin cenderung bertahan lebih baik saat dominasi Bitcoin menurun. Trader Joe Consorti melaporkan bahwa dalam empat hari terakhir, telah terjadi likuidasi posisi long Bitcoin sebesar 2,75 miliar dolar, menunjukkan tekanan jual yang besar dalam waktu singkat. Ini termasuk dua dari tiga likuidasi terbesar pada tahun 2025 sejauh ini, yang menunjukkan volatilitas pasar yang cukup tinggi dalam jangka pendek. Prediksi pasar dari platform seperti Polymarket menunjukkan peningkatan probabilitas Bitcoin turun di bawah Rp 1.67 juta ($100.000) sebelum tahun 2026 dari 41% menjadi 61%. Selain itu, kemungkinan Bitcoin mencapai Rp 1.67 juta ($100.000) sebelum menembus level Rp 2.17 juta ($130.000) juga melonjak signifikan, menunjukkan bahwa banyak trader mengantisipasi penurunan terlebih dahulu. Di sisi lain, BlackRock baru saja mendaftarkan produk ETF baru bernama iShares Bitcoin Premium ETF yang menggunakan strategi covered call untuk menghasilkan yield tambahan bagi pemilik Bitcoin, melengkapi produk ETF Bitcoin yang sudah ada dengan total inflow mencapai 60,7 miliar dolar sejak Januari 2024. Ini bisa menjadi faktor pendukung baru bagi pasar Bitcoin ke depan.

Analisis Ahli

Bob Loukas
Bitcoin mendekati Weekly Cycle Low tapi tetap bullish dalam siklus 4 tahun yang lebih besar.
Joe Consorti
Likuidasi besar-besaran dalam posisi long menunjukkan tekanan jual signifikan dalam jangka pendek.
James Van Straten
Sepanjang tahun ini Bitcoin melewati pola konsolidasi dan tren yang mirip dengan September 2024.
Eric Balchunas
Peluncuran iShares Bitcoin Premium ETF merupakan pilihan strategis baru bagi investor untuk mendapatkan yield dari Bitcoin.