Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Lampaui Rp 1.95 miliar ($117K) Setelah ETF Masuk Rp429 Miliar: Rally atau Perangkap Harga?

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
02 Okt 2025
234 dibaca
2 menit
Bitcoin Lampaui Rp 1.95 miliar ($117K)  Setelah ETF Masuk Rp429 Miliar: Rally atau Perangkap Harga?

Rangkuman 15 Detik

Bitcoin menunjukkan kekuatan dengan melewati batas likuiditas yang signifikan, didorong oleh aliran masuk ETF yang kuat.
Para trader memperhatikan kemungkinan koreksi dalam jangka pendek, tetapi ada harapan untuk kenaikan lebih lanjut di akhir tahun.
Data historis menunjukkan bahwa bulan Oktober sering kali menjadi bulan yang menguntungkan bagi Bitcoin.
Bitcoin mengalami lonjakan harga melewati angka Rp 1.95 juta ($117.000) , didorong oleh aliran dana besar ke ETF spot Amerika Serikat yang mencapai Rp 7.18 triliun ($429,9 juta) pada 30 September. ETF dari BlackRock, Ark Invest, dan Fidelity menjadi motor utama dorongan ini dengan total transaksi mencapai Rp 54.44 triliun ($3,26 miliar) , menciptakan momentum positif untuk Bitcoin di awal Oktober. Tren positif ini disertai observasi para trader terhadap dua zona likuiditas penting di level harga Rp 1.79 juta ($107.000) dan Rp 1.97 juta ($118.000) , yang bisa memicu liquidasi posisi panjang dan penutupan posisi pendek. Meski demikian, ada analisis yang menyebut pergerakan harga baru-baru ini sebagai jebakan untuk memancing sentimen optimis sebelum koreksi jangka pendek terjadi. Para analis teknikal seperti TradeWithThanos dan Ezy Bitcoin memperhatikan bahwa gap CME futures yang masih terbuka di bawah Rp 1.87 juta ($112.000) biasanya selalu terisi, sehingga koreksi kecil akan menjadi kesempatan beli sebelum rally berikutnya. Proyeksi Fibonacci menunjukkan potensi kenaikan harga Bitcoin hingga Rp 2.59 juta ($155.000) dalam waktu dekat. Secara historis, bulan Oktober dikenal sebagai 'Uptober' yang biasanya membawa penguatan signifikan bagi Bitcoin, didukung oleh metrik on-chain seperti MVRV yang cenderung naik tinggi menuju akhir tahun. Data juga menunjukkan bahwa Bitcoin menutup September dengan keuntungan 5,35%, yang biasanya menjadi tanda awal bullish untuk Oktober. Dari sisi teknikal, pola Elliott Wave mengindikasikan bahwa Bitcoin telah melewati fase koreksi dan kini memasuki gelombang impulsif yang memungkinkan target harga antara Rp 2.00 juta ($120.000) dan Rp 2.09 juta ($125.000) sebelum melanjutkan ke zona Rp 2.42 juta ($145.000) hingga Rp 2.50 juta ($150.000) . Area support dan supply utama juga telah bergeser menguntungkan bulls, menandakan kemungkinan rally kuat hingga akhir tahun.

Analisis Ahli

TradeWithThanos
Pump ke $116K untuk memancing euforia sebelum koreksi menutup gap CME.
Ezy Bitcoin
Gap CME di bawah $112K harus diisi dan koreksi kecil bisa jadi peluang beli besar berikutnya.
CryptoQuant
'Uptober' biasa bawa penguatan besar, MVRV mendukung tren bullish kuat di akhir tahun.
Glassnode
Average short-term holder entry di $102,900, area profit taking mulai sekitar $122,000 hingga $138,000.