Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Regulasi Ketat Membuat Inggris Kehilangan Peluang Emas di Dunia Stablecoin

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (6mo ago) cryptocurrency (6mo ago)
19 Sep 2025
28 dibaca
2 menit
Regulasi Ketat Membuat Inggris Kehilangan Peluang Emas di Dunia Stablecoin

Rangkuman 15 Detik

Regulasi yang ketat di UK dapat menghambat pertumbuhan sektor fintech.
Ada kebutuhan mendesak untuk reformasi regulasi agar UK tetap kompetitif di pasar global.
Stablecoin menawarkan peluang besar untuk inovasi di sektor keuangan yang harus dimanfaatkan daripada dipandang sebagai risiko.
Stablecoin sedang mengalami pertumbuhan pesat di tingkat global, dengan total pasokan meningkat lebih dari 7% menjadi 288 miliar dolar AS dalam waktu singkat. Negara-negara seperti Jepang dan beberapa negara di Eropa sudah mulai memberlakukan kerangka kerja yang jelas untuk memperkenalkan stablecoin yang didukung mata uang lokal. Dalam waktu yang sama, Wall Street juga semakin menerima stablecoin karena dorongan dari beberapa pihak, termasuk dukungan dari Presiden Amerika Serikat. Namun, Inggris justru tampak tertinggal karena regulasi yang berlaku dianggap sangat ketat dan tidak mendukung perkembangan fintech, terutama penerbit stablecoin. Financial Conduct Authority (FCA) di Inggris mempersyaratkan syarat yang sangat berat seperti dukungan 100% dari aset likuid berkualitas tinggi dan persyaratan administratif yang menyulitkan perusahaan startup untuk mendapatkan lisensi dan operasional secara cepat. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pendekatan beberapa negara lain yang lebih pragmatis dan ramah bisnis. Misalnya, di beberapa negara lain, proses pendaftaran bisa lebih sederhana dan cepat tanpa harus melalui birokrasi yang terlalu rumit. Akibatnya, perusahaan fintech terkenal asal Inggris seperti Revolut masih mengalami kesulitan mendapatkan lisensi perbankan yang memadai. Para pendiri startup fintech di Inggris percaya bahwa regulasi yang ada masih lebih fokus pada mitigasi risiko dan perlakuan kaku seperti game online, sehingga menghambat potensi teknologi stablecoin yang sebenarnya sangat transparan dan dapat diaudit. Mereka berharap reformasi yang memungkinkan perizinan bertahap dan proses persetujuan yang lebih cepat dapat menjadi solusi agar Inggris tetap kompetitif di pasar global. Jika tidak ada perubahan regulasi yang signifikan, ada risiko besar bahwa talenta dan perusahaan fintech Inggris akan beralih ke negara-negara yang lebih mendukung inovasi dan teknologi baru ini. Hal ini akan berimbas negatif pada penghasilan domestik, penciptaan lapangan kerja, dan status Inggris sebagai pusat keuangan dunia. Oleh karena itu, tindakan cepat sangat diperlukan agar Inggris tidak tertinggal dalam revolusi stablecoin dan teknologi finansial.

Analisis Ahli

Andreas M. Antonopoulos
Regulasi yang terlalu ketat mengekang inovasi dan adopsi teknologi blockchain dan stablecoin yang sangat potensial untuk keuangan global.
Caitlin Long
Kerangka regulasi harus fleksibel, mengedepankan keamanan namun tetap memungkinkan perusahaan startup fintech untuk tumbuh dan bersaing secara global.
Neha Narula
Stablecoin dengan regulasi jelas dan modern bisa menjadi pondasi ekonomi digital masa depan, tapi hanya jika regulator tidak membatasi potensi inovasi.