Nigel Farage Kritik Keras Bank of England Batasi Stablecoin dan Inovasi Digital
Finansial
Mata Uang Kripto
20 Sep 2025
229 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebijakan Bank of England terhadap stablecoin dianggap menghambat inovasi di sektor keuangan Inggris.
Reform UK berkomitmen untuk menciptakan kerangka regulasi yang mendukung cryptocurrency dan stabilitas ekonomi.
Stablecoin dapat menjadi jembatan antara dunia digital dan sistem perbankan tradisional, yang dapat meningkatkan efisiensi transaksi.
Bank of England baru saja mengumumkan kebijakan untuk membatasi kepemilikan stablecoin bagi individu hingga 20.000 pound dan bisnis hingga 10 juta pound. Stablecoin adalah kripto yang nilainya dipatok pada mata uang fiat seperti pound dan dolar, sehingga dirancang lebih stabil daripada koin kripto lainnya seperti Bitcoin.
Nigel Farage dan Zia Yusuf mengecam kebijakan ini dengan mengatakan bahwa hal tersebut dapat menghambat inovasi dan membuat London kehilangan posisi sebagai pusat keuangan global. Mereka berargumen bahwa stablecoin bisa menjadi jembatan antara sistem perbankan tradisional dan ekonomi digital yang sedang berkembang pesat.
Pasar stablecoin sudah tumbuh besar di dunia dengan nilai hampir 300 miliar dolar AS. Di Amerika Serikat, stablecoin seperti USDC dan Tether sudah digunakan secara luas dan bahkan membantu meningkatkan permintaan terhadap surat utang pemerintah AS. Namun, Inggris sampai saat ini belum punya stablecoin berbasis pound sterling yang dipercaya pasar global.
Farage dan Yusuf juga menegaskan bahwa mereka menolak mata uang digital bank sentral (CBDC) yang dikelola negara karena dianggap memberikan kontrol yang terlalu besar kepada Bank of England. Mereka mendukung regulasi untuk stablecoin yang dikeluarkan sektor swasta dengan standar tinggi, demi menjaga inovasi dan daya saing.
Mereka berharap jika Reform UK terpilih, regulasi kripto akan dibuat lebih transparan, mendukung pertumbuhan, dan menjadikan Inggris sebagai tempat paling menarik untuk bisnis kripto. Sebaliknya, jika kebijakan saat ini berlanjut, bisa membuat Inggris kehilangan peran pentingnya dalam perekonomian digital dunia.
Analisis Ahli
Andreas M. Antonopoulos
Pembatasan ketat terhadap stablecoin bisa menghambat inovasi finansial yang sedang terjadi secara global dan mengancam posisi dominan sebuah negara di pasar keuangan digital.Caitlin Long
Regulasi harus seimbang antara perlindungan konsumen dan mendukung inovasi demi menjaga daya saing ekonomi digital terutama di sektor aset kripto.