Inti Bumi Pernah Berhenti Berputar dan Berbalik Arah, Apa Dampaknya?
Sains
Fisika dan Kimia
17 Sep 2025
119 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Inti Bumi mengalami perubahan rotasi yang signifikan, termasuk berhenti dan berbalik arah.
Fluktuasi rotasi inti Bumi dapat mempengaruhi pengalaman manusia mengenai panjang hari.
Penelitian ini membuka wawasan baru tentang dinamika bagian terdalam Bumi dan interaksi antara lapisannya.
Para ilmuwan dari Universitas Peking melakukan penelitian mendalam terhadap rotasi inti Bumi dengan menggunakan gelombang seismik yang tercatat dari gempa bumi sejak tahun 1990 sampai 2021. Pengamatan ini membuka wawasan baru tentang pergerakan bagian terdalam planet kita yang sebelumnya sulit dipahami.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tahun 2009, inti Bumi berputar sedikit lebih cepat dibanding lapisan mantel dan permukaan Bumi. Namun, rotasi inti ini melambat kemudian bahkan sempat berhenti selama beberapa tahun, dan bahkan berbalik arah.
Fenomena pembalikan rotasi inti ini ternyata pernah terjadi sebelumnya pada awal 1970-an dan diperkirakan siklusnya berlangsung sekitar tujuh dekade. Hal ini menunjukkan bahwa rotasi inti Bumi berfluktuasi secara periodik karena interaksi antar lapisan Bumi.
Salah satu dampak yang dirasakan manusia adalah terjadinya perubahan panjang hari, yang berarti durasi waktu dalam satu hari tidak selalu sama dan mengalami fluktuasi mengikuti pergerakan inti Bumi. Ini merupakan efek langsung dari dinamika internal Bumi terhadap permukaan.
Inti Bumi terdiri dari dua lapisan yaitu inti luar yang cair dan inti dalam yang padat terbuat dari besi. Rotasi bagian padat inilah yang berperan penting dalam fenomena ini dan dipengaruhi kompleksitas interaksi fisik antara lapisan-lapisan Bumi yang berbeda.
Analisis Ahli
Seismolog Terkenal
Perubahan rotasi inti bumi adalah bukti nyata bahwa interaksi antar lapisan internal Bumi sangat kompleks dan dapat menyebabkan perubahan yang terasa secara global.