Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bukti Baru: Homo Naledi Mungkin Telah Melakukan Penguburan 300 Ribu Tahun Lalu

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (6mo ago) health-and-medicine (6mo ago)
13 Sep 2025
247 dibaca
2 menit
Bukti Baru: Homo Naledi Mungkin Telah Melakukan Penguburan 300 Ribu Tahun Lalu

Rangkuman 15 Detik

Homo naledi mungkin telah terlibat dalam praktik penguburan lebih dari 120.000 tahun sebelum manusia modern.
Temuan di Sistem Gua Rising Star memberikan wawasan baru tentang perilaku sosial dan budaya hominin purba.
Penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang hati-hati dan bukti yang kuat dalam paleoantropologi.
Para peneliti paleoantropologi memicu perdebatan baru setelah mengusulkan bahwa Homo naledi, kerabat manusia purba yang hidup ratusan ribu tahun lalu, mungkin telah melakukan praktik penguburan secara sengaja jauh sebelum manusia modern melakukan hal serupa. Penelitian ini dipimpin oleh Lee Berger dari University of the Witwatersrand di Afrika Selatan, yang menemukan fosil Homo naledi di gua Rising Star dekat Johannesburg. Homo naledi adalah spesies hominin dengan tubuh pendek dan otak kecil yang hidup antara 241.000 hingga 335.000 tahun yang lalu. Pada 2015, Berger dan timnya menyatakan bahwa fosil ini sengaja ditempatkan di ruang dalam gua tersebut, yang gelap dan sulit diakses, membuka kemungkinan bahwa spesies ini melakukan praktik penguburan jenazah. Namun, klaim ini tidak diterima begitu saja dan banyak skeptis berpendapat bahwa ada penjelasan lain, seperti jasad yang jatuh secara tidak sengaja ke dalam gua atau terbawa oleh air dan sedimen. Pada 2024, sebuah tim lain yang dipimpin oleh Kimberly Foecke melakukan penelitian ulang dan menyatakan bahwa bukti untuk penguburan sengaja masih lemah. Baru-baru ini, Berger dan rekan-rekannya menerbitkan penelitian baru yang mencoba menjawab kritik tersebut dengan menunjukkan bahwa fosil benar-benar tertimbun sedimen dengan cara yang tidak mungkin terjadi karena proses alami sederhana. Mereka berargumen bahwa Homo naledi terlibat langsung dalam proses mengubur jenazah, sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak mungkin. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal ilmiah eLife dan jika diterima luas, dapat mengubah pemahaman tentang sejarah evolusi perilaku manusia dan memberikan bukti bahwa praktik penguburan sebagai tanda kesadaran diri terjadi jauh sebelum Homo sapiens. Ini juga membuka peluang riset lanjutan untuk memahami kemampuan sosial dan budaya orang-orang purba lain.

Analisis Ahli

Kimberly Foecke
Penafsiran awal Berger ingin menarik perhatian publik, tapi harus tetap dipegang pada bukti yang kuat dan transparan agar ilmu pengetahuan tetap kredibel.