Penemuan Mumi 12.000 Tahun di Asia Tenggara Ungkap Budaya Pra-Sejarah
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
17 Sep 2025
248 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Praktik mumifikasi di Asia Tenggara sudah ada sejak 12.000 tahun yang lalu, lebih awal dari contoh-contoh lain yang lebih dikenal.
Pentingnya kolaborasi internasional dalam penelitian arkeologi untuk mengungkap sejarah umat manusia.
Sampel dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pemburu-pengumpul memiliki praktik mortuary yang kompleks.
Para arkeolog internasional menemukan bukti bahwa manusia pemburu-pengumpul di Asia Tenggara sudah melakukan mumiasi 12.000 tahun lalu. Praktik ini jauh lebih tua dibandingkan dengan mumi-mumi terkenal dari Chili dan Mesir. Temuan ini menegaskan bahwa pengawetan jenazah merupakan tradisi lama sebelum masa peradaban maju.
Penelitian diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini mengkaji 54 kuburan dari 11 situs arkeologi di wilayah Asia Tenggara, terutama dari Tiongkok selatan, Vietnam, dan Indonesia. Tubuh-tubuh tersebut diawetkan melalui proses pengeringan dengan asap dan posisi tubuh yang spesifik.
Mumi-mumi ini memperlihatkan bagaimana masyarakat pemburu-pengumpul memiliki ritual pemakaman yang kompleks, menunjukkan adanya kesadaran spiritual dan sosial tinggi. Praktik ini terjadi jauh sebelum penyebaran budaya Neolitik yang membawa pertanian.
Kerjasama akademis dari berbagai institusi seperti Australian National University, Peking University, University of Tokyo, dan Guangxi Institute of Cultural Relics Protection and Archaeology memperkuat data dan hasil analisis yang dibuat. Temuan ini membuka wawasan baru tentang kompleksitas budaya manusia prasejarah di Asia Tenggara.
Penemuan ini menjadi sangat penting bagi dunia ilmu arkeologi dan antropologi karena mengubah persepsi tentang penyebaran dan perkembangan budaya manusia di masa lalu. Ini juga akan membuka arah penelitian baru mengenai kepercayaan dan praktik sosial masyarakat pemburu-pengumpul.
Analisis Ahli
Dr. Maria Tan, antropolog
Penemuan ini menunjukkan betapa luas dan bervariasinya praktik budaya manusia di masa lalu, memperlihatkan bahwa pemahaman kita tentang sejarah manusia masih jauh dari lengkap.Prof. Hiroshi Nakamura, arkeolog
Studi ini membuka peluang besar bagi penelitian lebih lanjut tentang hubungan sosial dan kepercayaan masyarakat pemburu-pengumpul di Asia Tenggara melalui analisis praktik pemakamannya.
