OJK Tekankan Pentingnya Keseimbangan Inovasi dan Keamanan Siber di Perbankan
Teknologi
Keamanan Siber
16 Sep 2025
202 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan siber merupakan ancaman besar bagi sektor perbankan di era digital.
OJK mendorong penguatan tata kelola teknologi informasi untuk menghadapi risiko siber.
Pentingnya keseimbangan antara inovasi digital dan ketahanan siber dalam industri perbankan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa risiko penipuan dan kejahatan siber semakin meningkat di sektor perbankan seiring dengan pesatnya digitalisasi layanan keuangan. Hal ini menjadi perhatian utama karena serangan siber tidak hanya mengancam teknologi tapi juga stabilitas ekonomi global.
Menurut laporan Global Risk Report, ancaman serangan siber diperkirakan akan menjadi risiko utama dunia selama sepuluh tahun ke depan. Di Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkap bahwa negara ini masuk dalam daftar 10 besar dengan tingkat serangan siber tertinggi, sejajar dengan negara maju seperti AS dan Jerman.
Maraknya penggunaan internet di Indonesia yang sudah mencapai lebih dari 75% penduduk dengan waktu penggunaan rata-rata 7 jam per hari mendorong pertumbuhan transaksi digital seperti e-commerce dan pembayaran digital. Namun, hal ini juga membuka peluang besar bagi kejahatan siber seperti kebocoran data dan ransomware.
Indah Iramadhini dari OJK menegaskan pentingnya agar sektor perbankan tidak hanya fokus pada inovasi digital, tapi juga menguatkan tata kelola teknologi informasi dan ketahanan siber. Menurutnya, kedua aspek tersebut harus seimbang untuk menghadapi risiko yang ada.
OJK mendorong akselerasi inovasi digital berjalan beriringan dengan penguatan keamanan agar sektor keuangan nasional tetap tangguh menghadapi ancaman kejahatan siber. Hal ini penting agar perkembangan teknologi tidak justru menjadi titik lemah di masa depan.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Serangan siber merupakan salah satu tantangan paling berat yang dihadapi sektor keuangan secara global dan memerlukan pendekatan holistik yang menggabungkan teknologi, regulasi, dan kesadaran pengguna.Mikko Hypponen
Dengan meningkatnya digitalisasi, serangan ransomware dan pencurian data menjadi ancaman yang terus berkembang, memaksa institusi keuangan menerapkan sistem pertahanan yang adaptif dan berlapis.

