Strategi Perbankan Cegah Fraud Rekening Baru dan Kredit dengan Verifikasi Data
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
15 Sep 2025
113 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Verifikasi data nasabah sangat penting dalam proses pembukaan rekening baru untuk mencegah penipuan.
Kerjasama dengan industri telekomunikasi dapat membantu perbankan dalam memverifikasi nomor telepon yang digunakan nasabah.
Pengecekan SLIK merupakan langkah yang krusial dalam proses pemberian kredit untuk menghindari risiko kredit bermasalah.
Dalam industri perbankan, risiko penipuan atau fraud sering terjadi terutama saat proses pembukaan rekening baru dan pengajuan kredit. Untuk mengurangi risiko tersebut, perbankan melakukan berbagai strategi, termasuk memverifikasi data nasabah dengan teliti.
Salah satu yang diperiksa adalah nomor telepon yang digunakan saat membuka rekening baru agar cocok dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jika nomor telepon sudah pernah dipakai dengan NIK yang berbeda, perbankan harus berhati-hati karena bisa jadi ada indikasi penipuan.
Untuk memperkuat verifikasi, perbankan berkoordinasi dengan industri telekomunikasi karena nomor HP bisa berpindah pemilik. Dengan kerja sama ini, bank bisa memeriksa validitas nomor telepon secara bersama agar lebih aman.
Selain itu, dalam proses pemberian kredit, bank harus memastikan calon nasabah tidak memiliki kredit bermasalah di bank lain. Hal ini dilakukan dengan memeriksa data melalui Sistem Layanan Informasi Kredit (SLIK) sehingga risiko non-performing loan bisa dikurangi.
Dengan adanya infrastruktur bersama dan verifikasi lebih ketat, diharapkan aktivitas bisnis perbankan berjalan lebih aman dan nyaman bagi nasabah, serta fraud dapat diminimalkan secara signifikan.
Analisis Ahli
Andi Setiawan (Pengamat Keamanan Siber)
Kolaborasi lintas industri sangat penting untuk membangun ekosistem digital yang aman. Namun keamanan juga harus didukung dengan edukasi nasabah agar tidak mudah tertipu oleh modus-modus baru.

