Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya Serangan Siber Di Perbankan Digital Dan Solusi Berbagi Data

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
News Publisher
15 Sep 2025
1273 dibaca
1 menit
Bahaya Serangan Siber Di Perbankan Digital Dan Solusi Berbagi Data

TLDR

Industri perbankan perlu meningkatkan keamanan siber di tengah digitalisasi.
Kolaborasi antara institusi keuangan sangat penting untuk mencegah kejahatan siber.
Deepfake AI menjadi alat yang berpotensi disalahgunakan oleh pelaku kejahatan dalam serangan siber.
Industri perbankan di Indonesia kini semakin banyak layanan yang berbasis digital, sehingga nasabah bisa melakukan transaksi tanpa perlu datang ke kantor cabang. Contohnya pembukaan rekening dan pengajuan kredit bisa dilakukan secara online melalui aplikasi atau video call.Namun, kemudahan ini juga menjadi jalan bagi pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksi mereka, apalagi teknologi seperti deepfake AI semakin dipakai untuk mencoba membobol sistem perbankan dan membuka rekening palsu.Pelaku kejahatan siber biasanya bekerja dalam sindikat yang saling bertukar informasi agar serangan yang mereka lakukan lebih efektif dan menghindari terdeteksi oleh bank yang menjadi target.Masalah utama yang disoroti adalah kurangnya keberanian atau mekanisme berbagi data antar bank, padahal informasi seperti device ID ponsel yang digunakan bisa menjadi kunci untuk mendeteksi pola serangan dan mencegah serangan berulang.Dengan meningkatkan kerja sama dan berbagi data antar institusi perbankan, diharapkan dapat memperkuat keamanan digital sehingga pelaku kejahatan siber lebih sulit untuk menjalankan aksinya dan melindungi nasabah dari penipuan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.