Tantangan Serangan Siber di Perbankan: Pentingnya SDM, Teknologi, dan Tata Kelola
Teknologi
Keamanan Siber
15 Sep 2025
128 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Sumber daya manusia yang baik adalah kunci untuk mengatasi serangan siber di sektor perbankan.
Pemanfaatan kecerdasan buatan dapat menjadi ancaman dan peluang dalam menghadapi serangan siber.
Penyedia layanan perbankan harus berinvestasi dalam teknologi untuk meningkatkan tata kelola dan keamanan.
Sektor keuangan di Indonesia masih dihadapkan pada ancaman serangan siber yang dapat mengganggu keamanan dan kepercayaan publik terhadap layanan perbankan. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyoroti pentingnya langkah mitigasi untuk menanggulangi masalah ini terutama dari sisi sumber daya manusia, teknologi, dan tata kelola bank.
Menurut Sulistyo, Deputi BSSN, sumber daya manusia yang mengelola sistem perbankan dan pelanggan sangat vital dalam mengatasi serangan siber. Kualitas SDM yang baik dapat membantu meminimalkan potensi kebocoran dan serangan, sehingga bank dan nasabah bisa terlindungi dengan lebih baik.
Selain SDM, teknologi juga memiliki peranan besar. Dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI), teknologi ini tidak hanya bisa digunakan untuk memperkuat sistem keamanan, tetapi juga berpotensi disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk menipu nasabah dan mencuri data melalui metode yang semakin canggih.
Nasabah juga harus mendapatkan edukasi dan literasi yang cukup agar tidak menjadi korban serangan berbasis AI. Sisi manusia sering kali menjadi titik lemah dalam keamanan siber, sehingga edukasi yang menonjol menjadi kunci menjaga keamanan keuangan digital.
Tata kelola di institusi perbankan, khususnya yang berukuran besar, harus didukung dengan investasi teknologi yang memadai supaya mampu menghadapi serangan siber dengan efektif. Namun, masih terdapat kesenjangan signifikan terutama di perbankan daerah yang memiliki keterbatasan anggaran dan fasilitas teknologi.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Serangan siber pada sektor keuangan adalah ancaman serius yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi, terutama Artificial Intelligence yang dual-purpose sebagai alat serangan dan pertahanan.Eva Galperin
Penguatan literasi digital dan pendidikan keamanan siber pada pengguna akhir seperti nasabah adalah langkah penting untuk mengurangi risiko eksploitasi yang berbasis manipulasi teknologi canggih.

